Ketua LPSK Ungkap Kejanggalan Pengakuan Putri Candrawathi


Akhirnya terungkap, Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu bongkar kejanggalan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang disebut mencari Brigadir J usai dugaan pelcehan. 

Menurut Edwin Partogi, dugaan pelcehan yang diduga dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi tidak masuk akal. Karena, lanjut Ketua LPSK, dalam rekonstruksi menjelaskan bahwa usai dugaan pelcehan tersebut istri Ferdy Sambo masih mencari dan memanggil Brigadir J. 

Diketahui, Brigadir J tewas diduga ditembak oleh sesama anggota polisi Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 lalu. 

Almarhum Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mendapatkan fasilitas yang lebih dari para ajudan keluarga Irjen Ferdy Sambo yang lainnya. Salah satunya mendapatkan kamar pribadi di rumah pribadi keluarga Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Ferdy memiliki tujuh ajudan lainnya, mereka tidak memiliki kamar pribadi. 

"Brigadir J punya kamar sendiri di Saguling, hanya dia yang punya di Saguling, (ajudan yang lain) enggak," kata Wakil LPSK Edwin Partogi, Senin. 

Edwin menuturkan, Brigadir J juga sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Hal ini terlihat dari kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memegang anggaran kebutuhan semua ajudan Sambo. 

Edwin menuturkan, dugaan pelcehan yang dilakukan Brigadir J terhadap Putri tidak masuk akal. Pasalnya, dalam rekonstruksi tergambar bahwa setelah peristiwa yang disebut pelcehan itu Putri masih mencari-cari dan memanggil Brigadir J. 

"Ketika rekonstruksi masih tergambar bahwa PC masih bertanya kepada RR di mana Yoshua?" ujarnya. 

"Jadi korban bertanya-tanya kepada tersangka lain untuk menghadap dirinya ke kamar, itu suatu hal yang unik," lanjutnya. 

Padahal, korban kekerasan sksual seharusnya mengalami trauma luar biasa, sementara PC justru masih bisa bertemu dengan Brigadir J. Selain itu, Putri juga tidak mengusir Brigadir J setelah mengalami dugaan kekerasan sksual. Maka Edwin Partogi menilai, tidak masuk akal jika Brigadir J diduga melcehkan Putri Candrawathi. 

Menurut dia, dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J, tergambar bahwa setelah peristiwa yang disebut pelecehan itu, Putri memanggil Brigadir J. 

"Ketika rekonstruksi masih tergambar bahwa pasca-peristiwa kekerasan sksual di Magelang, PC masih bertanya kepada RR di mana Yoshua, dan Yoshua masih menghadap PC di kamar. Jadi korban bertanya kepada pelaku, dan pelaku menghadap korban di kamar, itu suatu hal yang unik," kata Edwin, Senin (5/9/2022). 

"Korban kekerasan sksual kan mengalami trauma luar biasa, ini (Putri) masih nyari terduga pelaku, dan masih bisa ketemu terduga pelaku di kamarnya. Jadi ya sulitlah untuk dipahami," ujar dia. 

Hal yang sulit dipahami lagi, kata Edwin, setelah terjadi dugaan kekerasan sksual, Putri tidak mengusir J. Padahal, saat itu posisi Putri sebagai tuan rumah. 

"Kalau dalam konteks kekerasan sksual bisa tinggal sama pelaku itu sulit dipahami, karena korban kan stres, trauma, depresi, kok masih bisa tinggal serumah?" ucap Edwin. 

Edwin juga mempertanyakan sikap Putri yang tak melaporkan dugaan kekerasan sksual ke polisi setelah peristiwa terjadi. Padahal, bila kasus tersebut segera dilaporkan, polisi bisa mendapatkan bukti saintifik berupa hasil visum atau cairan sperma yang mungkin tertinggal dari kekerasan seksual yang terjadi. 

"Ibu PC kan istri jenderal, kalau telepon polisi, polisinya datang. Kalau polisi (sudah datang) kan bisa dilakukan visum segera," kata dia. 

"Kalau sekarang kan enggak ada yang bisa dibuktikan dari klaim. Dari klaim dugaan kekerasan sksual di Magelang saat ini tidak memiliki bukti yang saintifik". 

Related

News 3720123229555078331

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item