Badan Sering Lemas Bisa Menjadi Tanda Penyakit Mematikan

Badan Sering Lemas Bisa Menjadi Tanda Penyakit Mematikan

Naviri Magazine - Badan lemas sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Misal karena beraktivitas dan bekerja sangat berat, kurang istirahat, dan sebagainya, bisa menyebabkan badan terasa lemas. Biasanya, badan lemas yang disebabkan hal-hal itu akan hilang sendiri setelah mendapat istirahat yang cukup, sehingga bisa kembali mendapat energi.

Namun, jika badan tetap lemas meski telah mendapat istirahat cukup, dan telah memperoleh asupan makanan yang bergizi, bisa jadi penyebab lemas bukan hal ringan. Dalam beberapa kasus, badan yang sering lemas bisa menjadi tanda adanya penyakit yang mematikan. Penyebab badan lemas yang dapat mengancam nyawa meliputi:

Dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok hipovolemik (penurunan tekanan darah akibat kurang cairan)

Komponen terbesar dalam tubuh manusia adalah air. Bila tubuh kekurangan cairan, maka akan mengalami dehidrasi. Pada kondisi kekurangan cairan yang sangat berat, bisa menyebabkan penurunan tekanan darah.

Kondisi yang dapat menyebabkan dehidrasi antara lain muntah, diare, infeksi virus demam berdarah, dan penyakit infeksi lainnya.

Hipoglikemia (kekurangan gula dalam darah)

Hipoglikemia berat adalah kondisi ketika gula darah sangat sedikit. Hal ini terutama terjadi pada pengidap diabetes dan kekurangan zat gizi. Salah satu tanda awal dari hipoglikemia adalah badan lemas, dan bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat dapat berakibat fatal.

Stroke

Banyak yang mengira gejala utama stroke adalah sakit kepala hebat. Padahal, badan lemas juga bisa jadi salah satu gejala awal stroke, terutama stroke yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Selain badan lemas, biasanya pasien juga mengalami kelemahan tubuh dan perubahan cara berbicara.

Tak hanya nyeri dada, badan lemas pun bisa menjadi salah satu tanda awal serangan jantung. Hal ini terutama dialami oleh pasien usia lanjut (> 65 tahun) dan penderita tekanan darah tinggi atau penyakit gula.

Gangguan keseimbangan elektrolit

Mereka yang mengalami gangguan keseimbangan elektrolit akibat muntah-muntah atau diare, dapat mengalami gejala badan lemas. Bila gangguan elektrolit sangat berat, bisa menyebabkan pingsan dan hilang kesadaran.

Lantas, bagaimana cara mengetahui badan lemas yang dialami dapat mengancam nyawa atau tidak? Bila badan lemas yang dialami disertai gejala-gejala di bawah ini, Anda perlu waspada. Gejala-gejala tersebut adalah:

1. Tangan dan kaki terlihat pucat dan teraba dingin.
2. Tangan dan kaki terasa gemetar disertai keringat dingin.
3. Pusing, perasaan “melayang” (dizziness).
3. Rasa kantuk yang hebat.
4. Pandangan kabur.
5. Jantung terasa berdebar-debar.
6. Nyeri dada, terutama di sebelah kiri, menjalar hingga ke lengan kiri. Nyeri dada biasanya terasa seperti terbakar atau tertindih benda berat.
7. Bicara lebih lamban dan menjadi pelo.
8. Kelemahan anggota tubuh satu sisi, kram di anggota tubuh, umumnya di kaki.
9. Kejang hingga penurunan kesadaran.

Saat mengalami badan lemas disertai gejala-gejala tersebut, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pada umumnya, kondisi-kondisi tersebut dapat diatasi hingga tuntas bila didiagnosis sesegera mungkin, dan mendapat penanganan yang tepat.

Namun, bila tidak, tak jarang penyakit tersebut berdampak fatal hingga menyebabkan kematian.

Baca juga: Menjadi Langsing dan Sehat dengan Rajin Beres-beres Rumah

Related

Health 2533782676993494225
item