Kisah Salesman Asal Indonesia yang Kini Bisa Membeli Ratusan Pesawat

Kisah Salesman Asal Indonesia yang Kini Bisa Membeli Ratusan Pesawat

Naviri Magazine - Membeli satu pesawat saja sudah sulit, karena harganya sangat mahal. Karenanya, tidak setiap orang bisa membeli pesawat. Sekarang bayangkan ada orang yang mampu membeli ratusan pesawat sekaligus—dia sudah pasti kaya-raya. Dan orang yang membeli ratusan pesawat sekaligus itu bernama Rusdi Kirana, asal Indonesia.

Rusdi Kirana meneken kontrak pembelian 234 pesawat Airbus senilai US$ 24 miliar, yang disaksikan langsung Presiden Prancis. Yang mengejutkan, ternyata dahulu Rusdi Kirana hanya seorang sales. Namun kini, salesman itu telah menjadi bos perusahaan penerbangan Lion Air.

Merintis karirnya sebagai salesman mesin tik bermerek 'Brother', Rusdi Kirana hanya berpenghasilan US$ 10 atau Rp 95.000 per bulan.

Sebelum membeli ratusan Airbus, Rusdi mulai membuat berita menggemparkan dengan membeli Boeing di depan Presiden AS, Barrack Obama, senilai US$ 21 miliar. Jika melihat harga fantastis kedua kontrak pembelian ini, maka Rusdi Kirana mampu mem-bailout negara yang tengah krisis, yakni Cyprus.

Meskipun menerima sambutan yang ramah di Prancis, bahkan setara dengan sambutan seorang kepala negara, sang milyuner ini cukup pemalu. Dan ia lebih menyukai negara asalnya, yakni Indonesia, ketimbang berada di Paris, Prancis.

"Saya senang berada di sini, tapi saya lebih tertarik di perumahan saya, membangun untuk staf saya dan keluarga mereka," kata Rusdi Kirana kepada Reuters, setelah meneken kontrak dengan Airbus.

Rusdi, yang mencatatkan sejarah dengan rekor fantastis pembelian pesawat dari dua pabrikan raksasa ini, tetap berbicara dengan kesederhanaan. Gaya hidup sederhana dan pendidikan tetap menjadi fokus Rusdi. Bahkan ia tetap berupaya menerbangkan seluruh penumpangnya dengan kelas ekonomi.

Ia bersama dengan saudara kandungnya, Kusnan Kirana, telah mengembangkan Lion Air sejak 17 tahun lalu. Rusdi sempat menyesalkan ketika maskapai penerbangan Indonesia di-black list tak bisa terbang ke Eropa. Rusdi mengatakan ini tidak fair.

"Ini tidak ada bedanya ketika saya membeli pesawat Airbus. Saya harap ke depannya akan lebih baik," jelas Rusdi.

Dengan tagline 'We Make People Fly', Rusdi memang memperhatikan nasib para karyawannya. Ia memberikan akomodasi penuh kepada para pegawainya yang mencapai 3.000 orang, dan akan memberikan 1.000 rumah sederhana di dekat Airport di Jakarta.

Rumah yang nantinya menampung 10.000 orang termasuk keluarga karyawannya tersebut kini pengerjaannya sudah 90%. Rusdi sendiri memiliki rumah di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Rusdi telah memulai Lion Air sejak Juni 2000.

Saat ini, Lion Air mengoperasikan lebih dari 100 pesawat. Di usia ke-12, mereka menguasai rute domestik. Tahun lalu, maskapai berlambang Singa merah ini mengangkut sekitar 32 juta penumpang.

Penandatanganan kontrak pemesanan 234 pesawat Lion Air ke Airbus dilakukan di Istana Kepresidenan Prancis, Champ Elysee, Paris. Pesawat terdiri dari 109 unit A320 neo, 65 unit A321 neo, dan 60 unit A320 ceo.

Baca juga: Waduh, “Mengejar Passion” Ternyata Saran yang Menyesatkan

Related

Figures 3972660185208461894
item