Benarkah Parfum Pheromone Bisa Menarik Hati Lawan Jenis?

Korset dan Standar Tubuh Wanita Ideal dari Masa ke Masa  Mengenal BPJS Ketenagakerjaan dan Manfaat yang Didapatkan  Cara Memeriksa Aplikasi yang Diam-diam Mengakses Gmail Kita  Ini Keunggulan Serta Kelemahan Ban Tubeless dan Ban Biasa  Mencengangkan, Ternyata Ada Salju di Kawah Planet Mars!  The Matrix, Film Legendaris dengan Efek Visual Memukau  Misteri Dumbo Effect dan Kisah Gajah yang Bisa Terbang  Ini 5 Jimat dengan Kekuatan Berbahaya, yang Populer di Indonesia  Misteri Rongorongo dan Kehidupan Misterius di Pulau Paskah  Cara Mendaftar dan Menghitung Iuran BPJS Ketenagakerjaan  Illuminati, Olimpaide London, dan Ramalan Besar yang Gagal  Sejarah dan Misteri Kedahsyatan Ilmu Pengobatan Tibet  Misteri Naskah Kuno Tibet yang Ditemukan di Lhasa  Misteri Gedung Rahasia di Negara Terkecil Dunia

Naviri Magazine - Di dunia maya, kita mungkin pernah mendapati iklan parfum yang diklaim dapat menarik hati lawan jenis. Biasanya parfum itu disebut parfum Pheromone. Dengan menggunakan parfum tersebut, kata iklannya, kita bisa mendekati lawan jenis yang diincar, dan dia akan “klepek-klepek” jatuh hati pada kita. Benarkah klaim itu?

Pheromone atau feromon sebenarnya diproduksi secara alami dalam tubuh makhluk hidup (mamalia dan serangga), untuk keperluan reproduksi. Termasuk pada tubuh manusia.

Pheromone diklaim tidak berbau, namun tercium dan terdeteksi secara tidak sadar (bawah sadar). Klaim lainnya, dengan tingginya tingkat pheromone di tubuh kita, maka tingkat kesuksesan menarik lawan jenis juga meningkat drastis. Sekali lagi, benarkah begitu kenyataannya?

Pheromone

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pheromone benar-benar nyata ada. Pheromone tergolong sebagai hormon (phero + hormone) yang diproduksi secara alami oleh mahluk hidup. Pheromone berfungsi untuk memicu reaksi sosial dari mahluk satu spesies yang ada dalam jangkauan aroma pheromone tersebut.

Dalam makhluk hidup yang lebih sederhana, misalnya serangga seperti semut, media komunikasi paling utama adalah hormon yang mereka keluarkan, agar semut lainnya mendapatkan pesan yang disampaikan oleh semut tersebut.

Pada semut, pheromone banyak jenisnya, yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Contohnya untuk mengkomunikasikan bahaya, atau memberitahu pasukan lainnya bila satu semut menemukan sumber makanan, dan seterusnya.

Pheromone juga digunakan oleh ngengat (moth) untuk reproduksi. Ngengat betina cenderung akan memilih ngengat jantan yang memproduksi pheromone terbanyak.

Pheromone pada manusia

Sekarang, bagaimana dengan manusia? Manusia adalah mahluk sosial yang kompleks. Manusia memang memproduksi pheromone, tapi tidak pernah ada research yang menyatakan/menemukan sex pheromone yang benar-benar spesifik dalam tubuh manusia. Dan meskipun ada, banyak faktor yang dapat menentukan sukses/gagalnya komunikasi dari satu manusia ke manusia lainnya.

Bisa jadi cara berbicara (tonality dan semacamnya), bisa jadi bahasa tubuh, bisa jadi penampilan, bisa jadi status dan sebagainya. Manusia jauh lebih kompleks daripada serangga. Karenanya, berusaha mendekati lawan jenis dan berharap ia tertarik, hanya dengan mengandalkan parfum Pheromone, bisa dibilang sungguh riskan, untuk tidak menyebut tak masuk akal.

Baca juga: Di Jepang, Banyak Wanita Menjalin Asmara di Dalam Games

Related

Science 3588586911562425765
item