Memahami Perbedaan Penghasilan Aktif dan Penghasilan Pasif

Memahami Perbedaan Penghasilan Aktif dan Penghasilan Pasif

Naviri Magazine - Idealnya, orang memiliki lebih dari satu penghasilan. Agar jika sewaktu-waktu salah satu penghasilannya berhenti—entah dengan alasan apa pun—orang tidak perlu panik. Sebagai contoh, orang bisa saja mendapat penghasilan dengan bekerja di sebuah perusahaan. Jika sewaktu-waktu di-PHK atau perusahaan itu bubar, maka penghasilan yang didapat dari sana pun akan berhenti.

Karena itulah, kita perlu memiliki lebih dari penghasilan, agar tidak kebingungan saat menghadapi salah satu sumber penghasilan yang berhenti. Dalam hal ini, kita perlu mengenal penghasilan aktif dan penghasilan pasif.

Penghasilan aktif

Penghasilan aktif adalah menukarkan waktu untuk uang. Jika kamu dibayar $10 per jam untuk menyusun rak, itu adalah penghasilan aktif. Jika kamu dibayar $5.000 per bulan untuk mendesain website, itu juga merupakan penghasilan aktif. Jika kamu dibayar $100 untuk menulis artikel pada website, itu juga penghasilan aktif.

Tidak peduli keadaan pastinya, namun ketika kamu melihat ke dalamnya kamu akan menemukan bahwa di dalam semua situasi ini, pada dasarnya orang dibayar hanya dengan menjual waktunya ke orang lain demi uang tunai.

Permasalahan dengan penghasilan aktif adalah cenderung tidak fleksibel. Kamu terikat dengan orang lain yang membayar waktumu. Jika keadaannya berubah, kamu bisa saja keluar dari pekerjaan.

Kamu juga mungkin diminta untuk menghabiskan waktu sembilan jam sehari di kantor, ketika kamu hanya perlu berada di sana selama tiga jam untuk menyelesaikan pekerjaan, atau menghabiskan empat belas jam sehari ketika kamu hanya dibayar selama delapan jam.

Penghasilan pasif

Dengan penghasilan pasif, kamu menukarkan sebuah produk atau layanan untuk uang. Contoh klasik sebuah penghasilan pasif adalah ebook. Kamu menghabiskan beberapa bulan atau tahun menulis ebook, dan kemudian selesai. Tidak ada yang membayarmu $50 per jam untuk duduk di sana dan mengetik.

Setelah selesai ditulis, kamu meletakkannya di Amazon, dan berharap ebook itu terjual (atau lebih realistisnya, mempromosikan dan menjualnya, sehingga membawa penjualan). Jika ebook milikmu sukses, kamu dapat menghasilkan ribuan dolar dalam penjualan tiap bulan. Apa yang perlu kamu lakukan (atau harapkan) adalah duduk manis sembari mengumpulkan uangnya.

Dalam kenyataannya, penghasilan pasif sedikit lebih rumit dari itu. Ada biaya waktu (ya, lebih ke investasi waktu) dalam membuat produk atau layanan awal, ada juga biaya waktu berjalan untuk pemasaran dan dukungan pelanggan.

Namun, secara teori, dengan penghasilan pasif, kamu dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan sedikit kerja, daripada pekerjaan penghasilan aktif. Tapi bisa pula, penghasilan pasifmu berantakan, dan kamu menghabiskan waktu berbulan-bulan yang hanya menghasilkan beberapa dolar.

Baca juga: Cara Menghasilkan Banyak Uang dengan Menjadi Mitra Pasif

Related

Money 13874625840266135
item