Kisah Cinta dan Kehidupan Cleopatra, Ratu Mesir Legendaris

Kisah Cinta dan Kehidupan Cleopatra, Ratu Mesir Legendaris

Naviri Magazine - Namanya selalu dikenang dalam sejarah. Cleopatra merupakan ratu Mesir Kuno yang menjadi Firaun terakhir dari dinasti Ptolemy.

Ia punya nama lengkap Cleopatra Selene Philopator. Namun dikenal sebagai Cleopatra VII. Cleopatra lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir, dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM.

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno, mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun semuanya meninggal saat masih sangat muda.

Saat Ptolemy XII mangkat, tahun 51 SM, kekuasaan diserahkan pada Cleopatra VII dan adiknya, Ptolemy XIII (12 tahun). Kedua penguasa Mesir Kuno yang masih belia ini mendapat bimbingan dari penguasa Roma, bernama Pompey. Saat itu, memang Kerajaan Ptolemaic Mesir bersekutu dengan Roma.

Sesuai tradisi Mesir masa itu, Cleopatra menikah dengan adiknya, Ptolemy XIII. Sejak memangku jabatan sebagai penguasa Mesir Kuno, pemerintahannya mulai diguncang berbagai persoalan. Ptolemy XIII tidak sepaham dengan istri sekaligus kakaknya, Cleopatra, dan mengambil alih kekuasaan tunggal di Mesir. Cleopatra dibuang ke Suriah.

Di pengasingan, dalam upaya menduduki kembali tahta kerajaan, Cleopatra bertemu Julius Caesar. Keduanya pun terlibat api asmara. Dengan bantuan pasukan Romawi yang dikirim Julius Caesar, Cleoptara menyerang istana, dan menumbangkan kekuasaan Ptolemy XIII.

Kisah cinta Cleopatra dan Julius Caesar berakhir tanpa ada pernikahan. Namun hubungan cinta mereka membuahkan seorang anak, bernama Caesarion. Julius Caesar tewas dalam pembunuhan yang dirancang dewan senat Romawi, pada 15 Maret 44 SM.

Tewasnya Julius Caesar menyebabkan perpecahan dalam kepemimpinan Romawi. Saat itulah, Mark Anthony bersekutu dengan Cleopatra yang menguasai Mesir. Keduanya menjalin asmara, hingga Cleopatra melahirkan dua anak kembar, Cleopatra Selena dan Alexander Helios. Namun keduanya menikah pada tahun 36 SM. Buah pernikahan resmi, lahirlah Ptolemy Philadelphus.

Sementara itu, kekuasaan Romawi sudah berhasil dikonsolidasi oleh Octavian dan Agrippa. Dewan Senat Romawi kemudian mendeklarasikan perang terhadap Mesir, dan meminta Mark Anthony untuk kembali bertugas ke Romawi.

Namun Anthony, yang sudah menikahi Cleopatra dan sangat mencintai perempuan itu, menolak panggilan tugas, dan berkhianat terhadap Romawi. Ia tetap berpihak pada Mesir dengan seluruh pasukannya. Ia mati bunuh diri dengan pedangnya.

Sedih melihat suaminya mati, Cleopatra pun mengambil jalan singkat. Ia mengurung diri di tempat pengasingan, dan bunuh diri dengan membiarkan ular berbisa mematuk tubuhnya.

Tewasnya Cleopatra, berakhirlah kejayaan Mesir Kuno. Mesir kemudian takluk di bawah Romawi, dan dijadikan salah satu Provinsi Kekaisaran Roma. Mayat Marks Anthony dan Cleoptara dimakamkan berdampingan di sebuah piramida.

Baca juga: Kekaisaran Mali, Mercusuar Peradaban dari Zaman Kuno

Related

History 6854128317095163303
item