Menghitung Keuntungan dari Investasi Surat Berharga Negara

Menghitung Keuntungan dari Investasi Surat Berharga Negara

Naviri Magazine - Surat Berharga Negara (SBN) termasuk salah satu investasi yang bisa dipilih di antara ragam investasi lain yang ada di pasaran, selain deposito, reksadana, dan lain-lain. Berbeda dengan deposito yang dijamin oleh lembaga penjamin simpanan, Surat Berharga Negara dijamin oleh pemerintah.

Saat ini, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara ritel secara online, atau Saving Bond Ritel seri SBR005, hingga 24 Januari 2019. Pemesanan minimalnya Rp 1 juta, dan maksimal Rp 3 miliar dengan tenor dua tahun.

Imbal hasil yang ditawarkan sebesar 8,15 persen, berdasarkan suku bunga acuan BI 6 persen dan spread tetap 2,15 persen. Tingkat kupon surat berharga negara ini akan disesuaikan setiap tiga bulan, menyesuaikan suku bunga acuan BI.

Sehingga, jika suku bunga acuan bank sentral naik, maka tingkat kupon juga akan meningkat. Namun, jika bunga acuan BI turun, kupon akan tetap 8,15 persen.

"Jadi SBR005 ini karena kuponnya mengambang, sesuai suku bunga acuan. Tapi kalau bunga acuan turun, tetap 8,15 persen." ujar Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Loto Srinaita Ginting, di Cali Deli, Jakarta, Kamis (10/1).

Sebelum membeli SBR005, investor perlu membuat Single Investor Identification (SID). Pembuatan rekening SID bisa dilakukan di mitra distribusi terdaftar, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, BTN, Trimegah Sekuritas, Bareksa, Tanamduit, Investree, dan Modalku.

Berapa keuntungan yang akan kita peroleh dari investasi ini? Mari simulasikan jika membeli SBR005 dengan kuota minimal, yakni Rp 1 juta. Rp 1 juta ini dikalikan kupon 8,15 persen, maka didapatkan hasil sebesar Rp 81.500 dalam setahun.

Selanjutnya, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final untuk bunga obligasi pemerintah, sebesar 15 persen per tahun. Sehingga, imbal hasil yang didapat setelah dipotong pajak adalah Rp 69.275 per tahun.

Adapun tenor dari SBR005 adalah dua tahun, sehingga imbal hasil yang didapat adalah Rp 138.550 selama dua tahun, atau Rp 5.772 per bulan. Pembayaran kupon akan dilakukan tanggal 10 tiap bulan. Untuk pembayaran kupon pertama kali jatuh tempo pada tanggal 10 Maret 2019.

Investor juga bisa mengajukan penebusan lebih cepat (early redemption), yakni pada 27 Januari 2020 pukul 09.00 WIB, dan penutupan pada 4 Februari 2020 pukul 15.00 WIB.

Tanggal settlement early redemption, yakni 10 Februari 2020, dengan nilai maksimal 50 persen dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing mitra distribusi.

Baca juga: Di Swedia, Makin Sedikit Orang yang Bisa Melihat Uang

Related

Money 2114044354500027012
item