Sony Pictures dan Kasus Peretasan Paling Menghebohkan di Dunia

Sony Pictures dan Kasus Peretasan Paling Menghebohkan di Dunia

Naviri Magazine - Serangan besar-besaran hacker terhadap sistem keamanan komputasi Sony Pictures berbuntut panjang. Pasalnya, menurut hasil penyelidikan Federal Bureau of Investigation (FBI), serangan cyber yang menimpa Sony Pictures sudah masuk ke dalam kategori sangat berbahaya, dan tidak menutup kemungkinan dapat meluas ke sektor yang lebih penting.

Saking bahayanya, pihak Sony Pictures melarang para karyawannya untuk menggunakan komputer di kantor. Mereka diharuskan bekerja secara manual.

Sony Pictures tentu tidak mau semakin banyak data berharga perusahaan dikuasai oleh hacker. Sebab, sejauh ini saja diperkirakan sudah ada sebesar 11 terabita data milik Sony Pictures yang dicuri hacker. Di dalamnya terdapat data-data film, gaji artis dan petinggi perusahaan, serta masih banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 6 fakta gila terkait peretasan database Sony Pictures oleh hacker.

Sony Pictures tuduh Korut

Sony Pictures menuduh Korea Utara sebagai dalang di balik pembobolan sistem keamanan komputasi perusahaan. Menurut yang dilaporkan laman Re/Code, Sony menuding pemerintah Korut meretas mereka, karena film The Interview.

Ya, film komedi yang dibintangi oleh duet aktor kocak Seth Rogen dan James Franco ini memang menyindir Korut habis-habisan. Di dalamnya diceritakan tentang misi pembunuhan pemimpin Korut, Kim Jong Un. Namun pihak Korut sendiri telah membantah tuduhan ini.

Menggunakan malware berbahaya

Menurut penelitian sejumlah ahli, termasuk FBI, malware yang digunakan oleh hacker untuk membobol sistem kemanan komputasi Sony Pictures sangat canggih dan berbahaya. Ditakutkan, serangan cyber seperti ini bisa meluas ke sektor yang lebih penting.

Sejauh ini, Guardian of Peace (GOP) ditengarai sebagai kelompok hacker yang bertanggung jawab atas peretasan ini. Laman Times menjelaskan bahwa pihak GOP mengakui aksi mereka dibantu oleh orang dalam Sony Pictures.

Karyawan dilarang menggunakan PC dan alat elektronik

Segera setelah serangan cyber terjadi, pihak Sony Pictures melarang seluruh karyawannya bekerja menggunakan PC di kantor. Bahkan, perangkat elektronik lainnya pun dilarang digunakan di lingkungan kantor. Mereka bekerja hanya menggunakan pulpen dan kertas.

Bocorkan data gaji petinggi

Hacker menguasai banyak data rahasia milik Sony Pictures, salah satunya adalah data gaji seluruh karyawan. Hacker bahkan iseng membocorkan daftar gaji para petinggi Sony Pictures ke internet.

Menariknya, dari pembocoran data besaran gaji tersebut, banyak orang jadi tahu bagaimana Sony Pictures tidak adil memperlakukan karyawan wanita. Sebagai contoh, gaji yang didapat Hannah Minghella, selaku seorang co-presiden, lebih kecil US$ 800 ribu dibandingkan rekan prianya yang menempati posisi yang sama.

Film-film dibocorkan

Beberapa film Sony Pictures yang belum dirilis seperti 'Annie' menjadi pukulan berat. Pasalnya, film ini direncanakan menjadi hits di masa liburan akhir tahun. Beberapa film yang sudah tayang juga dibocorkan, yakni 'Fury', 'Still Alice', dan 'Mr Turner'.

Kisah cinta dalam perusahaan

Para hacker juga membocorkan sebuah data file khusus yang cukup aneh. Ya, ternyata manajemen Sony Pictures membuat catatan hubungan percintaan antar karyawan di perusahaan mereka. Catatan ini masuk ke dalam file pelanggaran kedisiplinan.

Baca juga: Komentar Tokoh Penemu Internet Tentang Internet Zaman Sekarang

Related

World's Fact 9168987414022249980

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item