Pelajaran Penting tentang Pernikahan yang Perlu Diketahui Sebelum Menikah

Pelajaran Penting tentang Pernikahan yang Perlu Diketahui Sebelum Menikah

Naviri Magazine - Kalau membicarakan pernikahan, mungkin gambar-gambar indah akan muncul di kepala kita. Senang rasanya menemukan soulmate yang menghabiskan hidupnya bersama kamu.

Tapi, kehidupan pernikahan tidak hanya berisi pelangi dan kupu-kupu. Kehidupan pernikahan tidak selamanya indah, dan sebenarnya cinta saja tidak cukup untuk mengalahkan segalanya.

Jatuh cinta bukan masalahnya, tapi mempertahankan kadar cinta yang sama adalah perjuangan.

Mudah rasanya buat kita untuk jatuh cinta pada seseorang. Tapi semakin dalam kamu mengenal orang itu, dan mengetahui sisi-sisi gelapnya, semakin cintamu padanya akan diuji. Apakah kamu sanggup untuk tetap menerimanya, meskipun ada hal-hal tentang dirinya yang tidak kamu sukai. Menikah bukan berarti mencari pasangan yang sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna.

Menikah adalah menemukan orang yang tidak sempurna, tapi tetap memilih untuk mencintainya.

Dalam kehidupan pernikahan, dengan berjalannya waktu, cinta bisa hilang atau memudar. Tapi bukan berarti kita hanya berdiam diri dan pasrah begitu saja. Kita harus tetap berjuang untuk mencintai pasangan kita. Kalau kita menyerah, saat itu pernikahan itu akan berakhir.

Tahun pertama pernikahan memang sungguh sangat sulit. Jadi kamu harus komitmen.

Mungkin banyak orang sudah memberitahumu, tahun pertama dalam pernikahan itu sulit. Tapi kamu tak akan mengerti betapa sulitnya, sampai kamu benar-benar menjalaninya. Setelah masa honeymoon berakhir, kamu akan mulai menemukan kesulitan-kesulitan dalam menjalani hidup dengan orang lain di sisimu setiap saat.

Kamu akan mempertanyakan dirimu sendiri, "Apakah aku sudah salah pilih?", "Kenapa ini begitu sulit?", "Apa kita bisa melakukan ini?", dan sebagainya.

Kamu bisa kecewa atau marah terhadap pasangan karena hal ini dan itu. Tapi tahun pertama memang tahun transisi, kedua belah pihak harus saling mengerti. Tahap transisi ini tahap yang sulit, semua orang pasti mengaku kalau hal ini sulit dilakukan. Di situlah kesabaran dan ketangguhan harus bekerja. Percayalah, akan datang hari-hari yang lebih baik di masa depan.

Pasanganmu bukan orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu.

Hanya karena ia telah bersedia menikahimu, bukan berarti ia selalu harus bisa memberikan kebahagiaan kepadamu. Kebahagiaanmu tidak seharusnya bergantung pada orang lain. Kamu akan sering kecewa jika berpikir bahwa suami atau istrimu yang harus membuatmu bahagia.

Tidak selamanya pasangan bisa membuatmu bahagia. Demikian juga sebaliknya. Kamu tidak bisa setiap hari menjadi pasangan yang sempurna. Kamu dan pasanganmu harus mengerti kalau kebahagiaan datang dari rasa syukur atas apa yang sudah kalian miliki, dan dirimu sendiri yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu.

Menikahlah dengan dia yang memiliki visi, misi, dan impian yang sejalan denganmu.

Kalau dari awal kamu sudah menemukan bahwa kamu dan pasanganmu menginginkan hal-hal berbeda dalam kehidupan masa depan, tapi kamu tetap memaksakan hubungan itu, kalian akan kesulitan sendiri di masa depan. Harus ada yang berkorban dan merelakan impian demi pasangannya. Dan pengorbanan ini mungkin bermula karena cinta, tapi akhirnya malah hanya mendatangkan penyesalan dan sakit hati.

Usahakanlah, sebagaimana mungkin, kamu dan pasanganmu bisa melakukan apa yang menjadi impian kalian. Dan lebih baik lagi kalau kedua belah pihak memiliki visi dan misi yang sejalan. Kalian akan menjadi pasangan yang tak terkalahkan jika visi kalian kuat bersama. Dan kehidupan pribadi kalian juga akan lebih berarti dan bahagia.

Dunia tidak berputar untukmu saja. Begitu juga pernikahan.

Hari pernikahanmu akan jadi paling membahagiakan dalam hidupmu. Hadiah, ucapan selamat, dan semua mata tertuju kepadamu. Tapi pernikahan bukan tentang dirimu dan kebahagiaanmu saja, tapi juga bagaimana kamu dapat setia dalam melayani pasanganmu.

Hari pernikahan terasa meriah dan mewah, tapi kehidupan pernikahan bisa suram dan sulit. Keindahan dari kehidupan pernikahan adalah saat kita bisa bertahan dalam badai, dan menemukan pelangi di ujung jalannya.

Pernikahan memang bukan dongeng di mana kita akan "hidup bahagia selamanya" dengan pangeran atau putri. Cinta memang diperlukan dalam pernikahan, tapi cinta saja tidak cukup. Harus ada komitmen dan kerja keras. Harus ada kesabaran dan pengertian.

Memang, kehidupan pernikahan tidak mudah. Tapi kalau kita bisa terus bertahan, ada keindahan tersendiri yang tidak banyak orang bisa dapatkan karena mereka menyerah terlalu cepat. Jangan menyerah, teruslah berjuang untuk mencintai.

Related

Romance 3584813719372733751
item