Proyek Aladdin, Usaha Yahudi "Mendidik" Dunia tentang Holocaust

Proyek Aladdin, Usaha Yahudi "Mendidik" Dunia tentang Holocaust

Naviri Magazine - UNESCO bekerjasama dengan kementerian luar negeri Perancis menggarap sebuah proyek yang mereka sebut "Proyek Aladdin". Proyek ini bertujuan untuk "mendidik" umat Islam tentang sejarah penderitaan Yahudi dalam peristiwa Holocaust, dan hubungannya dengan kembalinya ibu kota Eropa serta Amerika Utara.

Proyek ini diluncurkan pada simposium Hari Dunia Peringatan Holocaust, di pusat-pusat kebudayaan Perancis, dan perpustakaan dari berbagai ibukota serta kota-kota yang mayoritas berpenduduk Arab dan Muslim, seperti Kairo, Rabat, Casablanca, Istanbul, Yerusalem, Nazareth, Arbil (Irak), Baghdad, dan kota di Tunisia.

Proyek Aladdin sebenarnya anjuran untuk membaca buku karangan penulis Yahudi asal Italia, bernama Primo Levi, yang berjudul "Apakah ini manusia?". Buku itu ditulis oleh Levi sewaktu ia menjadi tahanan pada salah satu kamp konsentrasi Nazi pada Perang Dunia II. Buku itu pertama kali diterbitkan pada 1947, sementara Levi meninggal dunia pada 1987.

August Redkin, direktur jenderal pada proyek ini, dalam konferensi pers yang diadakan di Paris, mengatakan, "Kami percaya bahwa sejarah Holocaust adalah tragedi milik seluruh umat manusia. Jadi, lewat sejarah ini, kami ingin mendidik umat Islam agar paham dan mengerti peristiwa Holocaust."

"Dengan adanya fenomena semakin meningkatnya anti-semit di berbagai belahan dunia Islam, dan banyaknya tuntutan penghapusan peristiwa Holocaust dalam buku-buku sejarah, maka tindakan seperti ini menjadi sangat penting," tambah Redkin.

Dalam sebuah pernyataan yang ia sampaikan kepada IOL terkait nama proyek Aladdin, Redkin mengatakan, "Proyek ini bernama Aladddin. Kenapa Aladdin? Karena nama ini ada dalam cerita-cerita Arab dan bangsa-bangsa Timur, dan karakter Aladdin bisa ditemukan di banyak karya sastra dalam bahasa Arab, Persia, maupun Yahudi. Sehingga, dengan menggunakan nama Aladdin, akan lebih merangsang timbulnya dialog antar peradaban dan budaya."

Redkin mengakui bahwa inisiatif dibuatnya Proyek Aladdin ini setelah Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, meragukan terjadinya peristiwa Holocaust.

Pada situs IOL, Redkin juga mengatakan, "Sangat penting untuk memberikan pengetahuan tentang sejarah Holocaust yang terjadi dan dialami oleh orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II di masa Nazi, karena hal ini akan membantu orang untuk mengerti dan memahami apa yang terjadi di Timur Tengah serta isu terkait tanah air ataupun negara bagi orang Yahudi."

Redkin membantah bahwa proyek ini bermuatan politis. Ia menegaskan bahwa tujuan proyek ini tidak lain hanyalah ingin memperkenalkan sejarah tragedi kemanusiaan yang terjadi selama Perang Dunia II.

Proyek Aladdin meliputi usaha penerbitan buku-buku dalam bahasa Arab, Persia, dan Turki, di internet lewat sebuah situs perpustakaan dunia maya. Di situs tersebut akan banyak ditampilkan terjemahan buku-buku terkait peristiwa Holocaust yang dibuat oleh Eropa setelah Perang Dunia II selesai.

Sementara itu, Serge Klarsfeld, yang mengepalai anak-anak dari majelis Yahudi Perancis yang selamat dari peristiwa pembantaian yang dilakukan Nazi, dalam pidatonya di simposium dunia tentang Holocaust mengatakan, "Dengan adanya upaya mendefinisikan peristiwa Holocaust di dunia Islam, akan mendorong terciptanya toleransi dan penerimaan yang lebih besar terhadap orang lain."

Related

Insight 1665130128689737245
item