Misteri Jembatan Zaman Purba dan Senjata Paling Mematikan di Alam Semesta

Misteri Jembatan Zaman Purba dan Senjata Paling Mematikan di Alam Semesta

Naviri Magazine - Tulisan-tulisan kuno dan beberapa peta kuno lain menguatkan kepercayaan Hindu mengenai adanya jembatan purbakala. Dalam epik Ramayana, jembatan ini dibangun oleh Rama dan Lakshmana, dengan bantuan Hanuman dan pasukan Vanara, untuk mencapai Lanka dengan maksud membebaskan istri dewa Rama, Sita, yang diculik raksasa Rahvana.

Vanara merupakan ras setengah manusia-setengah kera yang tinggal di hutan-hutan. Dalam Ramayana dikatakan, Indrajit membunuh 670 juta pasukan Vanara dalam satu hari saja, hampir memusnahkan seluruh ras manusia kera ini.

Indrajit atau Meghanada adalah pangeran Langka dan seorang penakluk Indra Loka. Dia disebutkan dalam epik Ramayana sebagai putra raja iblis Rahvana. Rahvana menginginkan putranya menjadi pengikut besar Deva Shiva, dan menjadi setara dengan Shiva dalam kemampuan berperang. Sesuai permohonan Rahvana, Indrajit dilimpahi kekuasaan menjadi seorang pejuang yang setara Deva Shiva.

Dia seorang Mahamaharathi yang perkasa. Dalam epik Hindu, seorang Maharathi adalah seorang pejuang yang menguasai segala jenis senjata dan keahlian berperang. Dia dianggap pejuang yang paling berkuasa, dan satu-satunya yang menguasai tiga senjata pamungkas Trimurti, yaitu Brahmanda astra, Vaishnava astra, dan Pashupatastra.

Dia mendapatkan segala jenis senjata surgawi dari gurunya: Shukra, Deva Brahma, Vishnu dan Shiva. Dengan mengalahkan deva-deva, dia mengambil seluruh senjata-senjata mereka dan menjadi pemilik segala jenis senjata dari Deva, Asura dan Trimurti. Dia bahkan dua kali mengalahkan Rama dan Lakshmana, yang merupakan jelmaan Deva Vishnu.

Senjata Brahmanda astra dikatakan memiliki energi untuk menghancurkan alam semesta atau Brahmand (14 dunia) menurut kosmologi Hindu. Dalam Mahabharata tertulis: Parasurama, Bhisma, Drona dan Karna mempunyai pengetahuan untuk menggunakan senjata ini.

Selama perang Mahabharata, Guru Drona hendak menggunakan senjata ini untuk melawan pasukan Pandawa, namun karena permintaan para Deva dan leluhur, Drona menarik kembali senjata ini karena itu akan memusnahkan sama sekali pasukan Pandawa yang berperang di pihak yang benar.

Seperti dicatat dalam purana Hindu, ketika senjata ini digunakan, akan menyebabkan “samudera akan mendidih karena panasnya, dan bumi dan pegunungan akan melayang ke udara, dan segala sesuatu akan terbakar tanpa meninggalkan abu.”

Pashupatastra adalah senjata paling menghancurkan, dahsyat, dan yang tidak dapat ditangkal dari seluruh senjata yang disebutkan dalam mitologi Hindu. Senjata ini merupakan senjata pribadi Deva Shiva, Kali, dan Adi Para Shakti. Pashupatastra sanggup menghancurkan ciptaan dan memusnahkan segala makhluk.

Dalam perang Mahabharata, Arjuna memperoleh senjata ini dari Deva Shiva. Dalam Mahabharata dituliskan, dengan senjata Pashupatastra inilah Mahadeva, yang termashyur pada zaman dahulu kala, membakar dan memusnahkan dalam sekejap mata tiga kota Asura.

Senjata itu, yang ditembakkan oleh tangan Mahadeva, dan tanpa diragukan, dalam separuh waktu yang dibutuhkan untuk mengedipkan mata, dapat memusnahkan seluruh alam semesta bersama-sama seluruh makhluk yang bergerak maupun tidak bergerak. Di dalam alam semesta tidak ada makhluk, bahkan deva, yang tidak dapat dibunuh oleh senjata ini.

Related

Mistery 8442622805160121019

Recent

item