Merek Mobil-mobil Mewah ternyata Bakal Gulung Tikar dari Indonesia

Merek Mobil-mobil Mewah ternyata Bakal Gulung Tikar dari Indonesia, naviri.org, Naviri Magazine, naviri

Naviri Magazine - PT Wahana Auto Ekamerga (WAE), sebagai distributor mobil Jaguar, Land Rover dan Bentley, dikabarkan akan gulung tikar dari Indonesia. Banyak faktor yang membuat penjual mobil mewah merek Inggris itu harus menyerah.

Kabar PT WAE akan mengakhiri hidupnya di Tanah Air, bocor melalui pengakuan para tenaga penjual diler. Wanita yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, saat ini penjualan masih berlangsung untuk habiskan stok.

“Sekarang sales tinggal 1 orang, dan manager penjualan 1 orang. Jadi mereka jualan untuk habiskan stok yang ada,” ujarnya.

Sementara, menurut salah satu mantan karyawan PT WAE yang enggan disebutkan namanya, mulai Februari departemen sales dan departemen merek sudah dibubarkan. Maka ada pemberhentian beberapa karyawan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tim public relation dan acara-acara untuk media terkait merek mobil asal Inggris tersebut juga ditiadakan sementara. Namun untuk pelayanan aftersales, seperti penjualan spare parts dan servis, masih berjalan.

“PT WAE sendiri belum bubar, hanya sales dan merek yang dibubarkan. Karena masih ada aftersales-nya. Nanti biar mereka yang mengumumkan resmi terkait keberlangsungan bisnisnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Agustus 2019, PT WAE juga terendus telah memanipulasi pajak perusahaan. Maka dari itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang dugaan kasus suap restitusi pajak yang dilakukan perusahaan otomotif tersebut.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, beberapa waktu lalu mengatakan, dari kelima orang tersangka itu salah satunya adalah komisaris PT WAE, Darwin Maspolim, yang ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi suap kepada 4 orang pejabat terkait.

“Tersangka DM pemilik saham PT WAE diduga memberikan suap Rp1,8 miliar untuk YD, HS, JU, dan MNF, agar menyetujui pengajuan restitusi pajak PT WAE tahun 2015 sebesar Rp5,03 miliar dan 2016 sebesar Rp2,7 miliar,” ujar Situmorang.

Seperti diketahui, YD adalah Yul Dirga selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Kanwil Jakarta Khusus. Sementara Hadi Sutrisno (HD) Supervisor Tim Pemeriksa Pajak PT WAE, Jumari (JU) Ketua Tim Pemriksa Pajak, dan M. Naim Fahmi (MNF) Anggota Tim Pemeriksa Pajak.

Bukan hanya terkait soal kasus tersebut, secara penjualan, Jaguar, Land Rover dan Bentley, juga terus terpuruk dari tahun ke tahun. Hanya segelintir orang berduit tebal yang tertarik meminang mobil-mobil mewah asal Negeri Ratu Elizabet itu.

Soal data penjualan, berhubung PT WAE sudah mengundurkan diri dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), maka tidak tercium angka jelasnya. Meski banyak kemunduruan soal merek tersebut, Tata Motors sebagai pemiliknya masih enggan melepas Jaguar Land Rover.

Menurut beberapa sumber, penjualan Jaguar Land Rover sedan mengalami keterpurukan secara global dengan turun 11,6 persen. Pada tahun lalu, merek tersebut juga memangkas 4.500 karyawan yang mewakili 10 persen dari seluruh karyawan.

Related

News 4489090620421934314

Recent

item