Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa (Bagian 2)

Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Epstein mencium potensi Beatles yang besar, menyarankan agar grup itu bersikap lebih profesional saat menghibur. Lennon mengulangi kata-kata manajernya, "Begini, jika kau benar-benar ingin masuk ke tempat yang lebih besar, kau harus berubah – berhenti makan di panggung, berhenti menyumpah, berhenti merokok." ("Look, if you really want to get in these bigger places, you're going to have to change—stop eating on stage, stop swearing, stop smoking.")

Ia juga mengatakan, "Kami terbiasa mengenakan pakaian yang kami suka, di dalam dan luar panggung. Ia berkata pada kami bahwa jins kurang terlihat bagus, dan menyarankan untuk mengenakan celana yang lebih pantas, tapi ia tidak ingin kami kelihatan kotak-kotak. Ia ingin kami mempunyai gaya individualitas kami masing-masing… merupakan pilihan untuk mewujudukannya atau masih makan ayam di panggung."

("We used to dress how we liked, on and off stage. He'd tell us that jeans were not particularly smart and could we possibly manage to wear proper trousers, but he didn't want us suddenly looking square. He'd let us have our own sense of individuality ... it was a choice of making it or still eating chicken on stage".)

Beatlemania dan tahun-tahun tur konser (1963–1966)

Dengan kesuksesan dari Love Me Do, Please Please Me lebih diterima dengan cukup antusias, menduduki nomor 2 di tangga lagu Britania Raya, setelah rilis di Januari 1963. Awalnya, Martin bermaksud merekam LP (piringan hitam) Beatles yang pertama di The Tavern Club.

Namun, setelah merasa di sana seperti "suasana akustik dalam tangki minyak" ("the acoustic ambience of an oil tank"), rekaman dialihkan selama satu sesi di Studio Abbey Road. Sepuluh lagu dikemas dalam Please Please Me bersama 4 lagu dari 2 singel yang terdahulu.

Allmusic berkomentar tentang bagaimana giatnya grup itu melemparkan album debut Please Please Me dalam satu hari: “Beberapa dekade setelah perilisannya, album itu masih terasa segar, khususnya karena asal muasalnya yang kuat.” ("Decades after its release, the album still sounds fresh, precisely because of its intense origins.")

John Lennon mengatakan bahwa ia dan Paul McCartney "hanya menulis lagu à la Everly Brothers dan Buddy Holly, lagu pop yang berisi tidak lebih dari sekadar pemikiran – untuk menciptakan suara. Dan kata-katanya hampir tidak ada hubungannya." ("just writing songs à la Everly Brothers, à la Buddy Holly, pop songs with no more thought of them than that—to create a sound. And the words were almost irrelevant.")

Dirilis Maret 1963, album itu menduduki nomor 1 yang menjadi awal merajainya 11 studio album Beatles sampai tahun 1970 di puncak tangga lagu Britania Raya. Singel ke-3, From Me to You, dirilis bulan April, dan juga berada di nomor 1. Pada perilisannya di Agustus, singel ke-4 She Loves You, menjadi singel pertama Beatles yang menembus penjualan satu juta keping.

Logo ikonik The Beatles

Logo ikonik The Beatles, "drop-T" digambar oleh desainer Ivor Arbiter, mulai dirilis tahun 1963. Logo ini pertama kali ditempelkan di drum yang dibeli Epstein dan Ringo Starr di toko Arbiter.

Grup itu keliling Britania Raya 3 kali dalam setengah tahun; tur selama 4 minggu dimulai bulan Februari, 3 minggu di bulan Maret dan Mei sampai Juni. Kepopuleran mereka ditandai dengan antusias penggemar yang mengatasnamakan diri mereka Beatlemania. Pertunjukkan di mana-mana disambut dengan jeritan. Bahkan polisi harus menyemprot air dengan selang untuk mengendalikan ulah penggemar, demi melindungi Beatles. Hal ini memicu debat di parlemen Inggris.

Pada akhir Oktober, The Beatles tur ke Swedia selama 5 hari, untuk pertama kali tampil di luar negeri setelah di Hamburg. Kembali ke Inggris, mereka disambut teriakan ribuan penggemar, 15 jurnalis dan fotografer, serta peliput dari BBC Television, dalam cuaca hujan lebat. Mulai besoknya, selama 6 minggu, The Beatles kembali mengadakan tur yang selalu menjadi berita hangat di media.

Please Please Me masih menduduki puncak tangga lagu selama 30 minggu, sampai akhirnya ditembus dengan album mereka sendiri, With The Beatles, yang juga bertengger di nomor 1 selama 22 minggu. Album ini direkam dengan teknik produksi studio.

Album With The Beatles dikomentari oleh Allmusic: "Sekuel dari pesanan yang terbanyak, salah satu yang menjadikan original lebih baik dengan menggunakan nadanya sendiri dan menambahkannya kedalaman." ("a sequel of the highest order—one that betters the original by developing its own tone and adding depth.")

Seperti sudah menjadi standar, album itu dirilis di akhir November, lebih awal dari singel berikutnya, I Want to Hold Your Hand. With The Beatles dipuji oleh kritikus musik TIME, William Mann, yang mengatakan bahwa Lennon dan McCartney adalah "komposer Inggris hebat tahun 1963" ("the outstanding English composers of 1963").

Majalah itu menerbitkan beberapa seri artikel yang membahas analisis Mann mengenai musik The Beatles, dan menaruh hormat pada mereka. With The Beatles menjadi album kedua dalam sejarah tangga lagu Britania Raya yang menjual sejuta keping, sebelumnya dicetak pertama kali oleh lagu latar South Pasific tahun 1958.

British Invasion (Invasi Britania)

Debut The Beatles di Amerika Serikat sebenarnya tertunda selama hampir setahun saat Capitol Records, cabang EMI di Amerika, mundur untuk merilis Please Please Me dan From Me to You. Negosiasi dengan label independen Amerika menghasilkan beberapa singel jadi dirilis, namun masalah-masalah royalti dan ejekan terhadap gaya rambut moptop The Beatles jadi halangan lain.

Saat Capitol mulai mengurus penjualan, bukannya merilis LP asli, malah mengompilasikan album berbeda untuk pasar Amerika dari berbagai rekaman The Beatles yang terdahulu, dan memilih lagu-lagu pilihan mereka sendiri sebagai singel.

Tangga lagu Amerika "dikuasai" oleh Beatles, setelah sebuah tayangan berita CBS memberitakan "kegilaan" Beatlemania di Inggris yang membuat Capitol mempercepat perilisan I Want to Hold Your Hand, pada Desember 1963. Debut Amerika mereka akhirnya dijadwalkan beberapa minggu kemudian.

Saat The Beatles meninggalkan Inggris tanggal 7 Februari 1964, sekitar 4.000 penggemarnya berkumpul di Heathrow, melambaikan tangan dan menjerit saat pesawat lepas landas. I Want to Hold Your Hand sudah terjual 2,6 juta keping di Amerika Serikat selama 2 minggu sebelumnya, namun The Beatles masih tetap gugup apakah mereka akan dapat diterima.

Di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York City, mereka disambut sekitar 3.000 orang. Mereka tampil pertama kali di stasiun televisi Amerika secara langsung 2 hari kemudian. dalam acara The Ed Sullivan Show, yang ditonton hampir 74 juta pemirsa - lebih dari 40 persen populasi Amerika Serikat.

Keesokan paginya, sebuah harian menulis tentang The Beatles "could not carry a tune across the Atlantic" ("tidak bisa menyanyikan lagu dari seberang Atlantik"), tapi sehari kemudian konser pertama mereka di Washington Coliseum membuktikan kepopuleran mereka di Amerika.

Hari berikutnya, sambutan yang meriah juga diterima pada saat konser di Carnegie Hall. Mereka hadir lagi di Ed Sullivan Show untuk kedua kalinya, sebelum pulang ke Inggris tanggal 22 Februari.

Di minggu ke-4 April, The Beatles sudah menduduki 12 posisi di tangga lagu singel Billboard Hot 100, termasuk 5 posisi puncak. Di minggu yang sama, LP Amerika ke-3 dirilis, dan sama seperti 2 LP lain, menempati nomor satu atau dua di tangga lagu Amerika.

Baca lanjutannya: Kisah Lengkap The Beatles, Grup Musik Legendaris Sepanjang Masa (Bagian 3)

Related

Music 2839532520049784987

Recent

item