Menjaga Tubuh Tetap Aktif Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental

Menjaga Tubuh Tetap Aktif Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental,  naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Memastikan tubuh tetap aktif disebut sebagai salah satu cara yang bisa membantu meningkatkan kesehatan mental. Cara ini diungkapkan oleh psikolog dan psikiater di tengah risiko gangguan kesehatan mental di tengah pandemi virus corona.

Pelbagai tekanan pada kesehatan mental lazim muncul di tengah ketidakpastian pandemi virus corona. Psikolog klinis dari Rumah Dandelion Nadya Pramesrani mengutip penelitian Brooks pada 2020 merinci beberapa efek di antaranya depresi, stres, low mood, mudah marah dan merasa terganggu, insomnia, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) hingga kelalahan emosional.

Bukan semata karena dampak wabah, kesehatan mental juga dipengaruhi kondisi yang memaksa banyak orang untuk melakukan karantina mandiri atau tetap di rumah.

"Yang identik dialami dewasa muda itu insomnia. Ini kemudian berlanjut keesokan harinya jadi lelah emosional," ungkap Nadya dalam konferensi pers daring HiLo Active, beberapa waktu lalu.

Sementara psikiater dari RS Pantai Indah Kapuk, Elisa Tandiono dalam kesempatan lain mengungkapkan cemas merupakan perasaan yang wajar dialami di tengah pandemi ini. Angka kematian Covid-19 yang meningkat saban harinya membuat sebagian orang jadi lebih menggunakan emosi saat mengevaluasi risiko infeksi virus.

Akibatnya, timbul rasa cemas dan resah hingga mengasumsikan bahwa kenyataan bakal lebih parah.

"Itulah kenapa kita merasa khawatir. Kecemasan itu emosi yang normal untuk setiap orang, mekanisme pertahanan diri, tapi kalau berlebihan itu menjadi musuh karena membuat kita menderita," tutur Elisa.

Karena itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menekan risiko depresi atau gangguan kesehatan mental lain di tengah pandemi. Salah satu yang disarankan oleh Nadya adalah memastikan tubuh tetap aktif bergerak sekalipun masa karantina.

Menjaga tubuh tetap aktif akan mampu meningkatkan kesehatan mental seseorang.

"Tetap aktif bergerak, penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan bahwa berlari 15 menit per hari atau berjalan cepat 60 menit itu bisa menurunkan risiko depresi," ungkap Nadya.

Bergerak, seperti berjalan atau berlari mampu melepaskan stres atau ketegangan sekaligus menghasilkan hormon endhorpin yang berkaitan dengan menstimulus rasa senang. Studi lain juga menyebut, sinar matahari jadi bisa ikut andil dalam penurunan depresi.

Elisa dalam kesempatan lain juga mengingatkan pentingnya berjemur di bawah sinar matahari. Ia juga mengingatkan, menjaga fisik tetap fit jadi salah satu cara mengatasi rasa gundah di tengah wabah.

Menurut Elisa, berada dalam rumah bukan jadi alasan untuk tidak berolahraga. Jika pun tak bisa pergi ke gym, Anda bisa memanfaatkan petunjuk di internet lantas berolahraga di dalam ruangan.

Related

Sports 5277861559205133663

Recent

item