Ban Tanpa Udara Akan Diproduksi Massal, Profesi Tambal Ban Bakal Terancam

Ban Tanpa Udara Akan Diproduksi Massal, Profesi Tambal Ban Bakal Terancam, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Ban tanpa udara buatan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD merupakan gagasan baru jagat otomotif nasional. Ban ini punya satu keunggulan: anti bocor, baik ditusuk paku atau ditembak peluru.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar mengakui, saat ini ban tanpa udara tersebut dalam tahap penyempurnaan kualitas.

"Kemarin jalan bebatuan dan tes peluru maupun injak paku sudah, minggu depan kami akan uji di jalan tol menguji daya tahan panas, mampu enggak ban itu bertahan lama, kami akan pelajari sisi endurance dan durabilitasnya," katanya saat dihubungi.

Setelahnya jika riset dan pengembangannya membuahkan ban tanpa udara yang siap pakai tanpa uji coba lagi, ada kemungkinan bisa diproduksi massal. Hanya saja kewenangannya berada di bawah pimpinan tertinggi TNI AD.

"Harus seizin Bapak Kasad (Kepala Satuan AD) atau Bapak Menhan (Menteri Pertahanan Prabowo Subianto) untuk menentukan kebijakan inovasi teknologi," lanjutnya.

Profesi tambal ban bisa terancam

Apabila ban tanpa udara diproduksi dalam jumlah besar dan dipakai pada berbagai macam kendaraan, tidak menutup kemungkinan memberikan dampak pada keberlangsungan profesi tambal ban.

Bagaimana tidak, ban tanpa udara sudah tidak membutuhkan tekanan angin lagi supaya bisa dipakai. Pun ketika menginjak paku atau benda tajam lainnya, ban tidak akan bocor maupun kempis. 

Sebab jaringan pada bannya berfungsi sebagai penahan bobot kendaraan dan peredam benturan. 

"Teknologi dan ilmu pengetahuan ke depannya berkembang ya tidak statis, sekarang masih satu cetakan dengan velg makanya berat. Bisa saja ke depan hanya bannya saja yang dijual tanpa velg, jadi bisa dipasang di mobil apa saja," katanya.

"Tapi nanti jadi enggak enak sama tukang tambal ban pada protes semua, enggak laku lagi karena enggak ada lagi ban yang bocor tertusuk paku," kelakar Nugraha.

Related

News 2482583475256883937

Recent

item