Fakta-fakta di Balik Wabah Corona Gelombang Ketiga yang Menyerang Hong Kong (Bagian 2)

Fakta-fakta di Balik Wabah Corona Gelombang Ketiga yang Menyerang Hong Kong, naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Fakta-fakta di Balik Wabah Corona Gelombang Ketiga yang Menyerang Hong Kong - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Pemerintah awalnya mengatakan bahwa pengecualian karantina tidak bisa disalahkan, tetapi kemudian mengakui ada bukti bahwa kebijakan itu menyebabkan gelombang infeksi terbaru.

Mereka sekarang telah memperketat aturan untuk kru udara dan laut - tetapi mungkin sulit untuk menegakkannya.

Ada peringatan awal pekan ini setelah seorang pilot asing dilaporkan melihat jalan-jalan sambil menunggu hasil tes Covid-19.

Menyeimbangkan urusan kesehatan masyarakat, masalah praktis dan ekonomi bisa jadi sulit.

Serikat pekerja yang mewakili pilot di FedEx telah meminta perusahaan itu untuk menghentikan penerbangan ke Hong Kong karena langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang lebih ketat, termasuk kewajiban dirawat di rumah sakit wajib bagi pilot yang dites positif, telah menciptakan "kondisi yang tidak dapat diterima oleh pilot".

Benjamin Cowling, seorang profesor epidemiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan pengalaman Hong Kong dengan masalah karantina juga bisa terjadi di negara lain.

"Di Inggris, Anda juga memiliki aturan karantina selama 14 hari di rumah, sehingga Anda memiliki potensi masalah yang sama terkait dengan kebocoran."

Sementara itu, Selandia Baru dan Australia memiliki kebijakan karantina hotel wajib, yang merupakan "konsep yang baik ... meskipun ada masalah terkait siapa yang membayarnya", tambahnya.

Seperti Hong Kong, Inggris juga membebaskan penumpang tertentu dari aturan kontrol perbatasan, termasuk pengemudi kendaraan barang, pelaut, dan awak pesawat.

Aturan jaga jarak sosial dicabut

Pengecualian karantina Hong Kong telah diterapkan selama berbulan-bulan, tetapi gelombang ketiga tidak terjadi sampai Juli.

Prof Peiris percaya ini adalah karena faktor penting kedua - yakni aturan jarak sosial yang dikendurkan secara signifikan pada bulan Juni.

"Selama langkah-langkah menjaga jarak sosial diterapkan, sistem yang ada dapat mengatasinya - tetapi begitu langkah-langkah jaga jarak direlaksasi" infeksi impor menyebar dengan cepat, katanya. "Ini pelajaran untuk semua orang."

Pemerintah melarang lebih dari dua orang berkumpul dan melarang restoran melayani makan di tempat.

Dr Tsang mengatakan bahwa pada akhir Juni, pemerintah mengizinkan pertemuan publik hingga 50 orang, sementara ada perayaan untuk Hari Ayah dan peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China.

"Banyak warga yang lelah setelah berbulan-bulan diharuskan menjaga jarak sosial, jadi ketika pemerintah mengatakan hal-hal tampak sudah membaik dan aturan jaga jarak direlaksasi, mereka mulai bertemu dengan teman dan keluarga.

"Saya pikir ini sangat disayangkan - banyak faktor-faktor yang terjadi pada saat yang sama."

Namun, Prof Peiris menekankan warga Hong Kong "sangat patuh" dengan langkah-langkah menjaga jarak dan kebersihan selama gelombang pertama dan kedua - "bahkan, mereka selangkah lebih maju dari instruksi pemerintah dengan mengenakan masker sebelum diwajibkan. "

Dia percaya penerapan kembali aturan jaga jarak sosial sekarang sudah berpengaruh, dan berharap Hong Kong akan kembali menekan penularan lokal hingga mencapai nol kasus dalam waktu empat hingga enam minggu.

Pada titik itu, ia menambahkan, tantangannya adalah untuk menghentikan infeksi dari luar negeri- terutama setelah langkah-langkah sosial jarak dicabut.

Ini adalah tantangan yang juga akan dihadapi negara-negara lain setelah mereka berhasil menekan penularan virus di dalam perbatasan mereka, karena "ketika Anda mencapai tingkat penularan yang rendah di dalam populasi Anda, kedatangan dari luar negeri yang tidak diatur dapat menyebabkan bencana."

Related

News 7599301202941960209

Recent

item