Misteri Pembunuhan Artis Hollywood yang Tak Terpecahkan (Bagian 2)

 Misteri Pembunuhan Artis Hollywood yang Tak Terpecahkan

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Misteri Pembunuhan Artis Hollywood yang Tak Terpecahkan - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Cleveland Torso Murder

Pada tahun 1930-an, sebelum pembunuhan Beth, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Pembunuh itu dikenal dengan julukan "Mad Butcher of Kingsbury Run". Julukan terhadap kasusnya adalah "Cleveland Torso Killer". Julukan ini didapatkan, karena seluruh korban dimutilasi dengan sayatan yang rapi, persis seperti Beth.

Kasus pembunuhan ini ditangani langsung oleh Elliot Ness yang legendaris. Ness dikenal sebagai aparat yang berhasil menangkap dan memenjarakan mafia kelas kakap, Al Capone.

Walaupun ditangani langsung oleh Ness, kasus pembunuhan Cleveland tetap tidak bisa dipecahkan. Jadi, wajar jika banyak orang percaya kalau pelaku pembunuhan dalam kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama.

Mungkinkah pembunuh dari Cleveland itu pindah ke California, dan membunuh Beth?

George Knowlton

Pada tahun 1995, seorang penulis bernama Janice Knowlton menerbitkan sebuah buku, berjudul "Daddy was the Black Dahlia Killer".

Dalam bukunya, ia memiliki teori kalau ayahnya, bernama George Knowlton, adalah sang pembunuh Black Dahlia. Namun, para penyelidik menolak teorinya, karena mereka menganggap Janice hanya mengeluarkan teori berdasarkan ingatan yang depresi, mengingat ayahnya suka menganiayanya secara seksual sejak kecil.

George Hodel

Selain Janice Knowlton, ada satu orang lagi yang juga menulis buku yang menuduh ayahnya sebagai Black Dahlia Killer. Ia adalah Steve Hodel, seorang detektif bagian pembunuhan di LAPD.

Buku yang ditulisnya berjudul "Black Dahlia Avenger", dan terbit tahun 2003. Di dalamnya, ia menuduh sang ayah, Dr. George Hodel, yang juga seorang ahli bedah, sebagai pembunuh Black Dahlia.

"Yang mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah," kata Steve. "Bukan sekadar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil."

Dr. Mark Wallack, seorang ahli bedah di Rumah sakit St. Vincent di New York, yang melihat foto kondisi mayat Beth sebelum dan sesudah otopsi, juga percaya dengan pendapat Steve.

"Keterampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan," kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Selain itu, Steve juga menemukan ayahnya ternyata pengidap kelainan seksual sadistic misogynist, yang telah melakukan hubungan incest dengan anaknya sendiri, Tamar, saudara tiri Steve.

Steve juga percaya kalau beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan lainnya mungkin dilakukan oleh ayahnya, seperti "Red Lipstick Murder", yaitu pembunuhan terhadap Jeanne French, yang mayatnya ditemukan satu bulan setelah Beth, dengan huruf BD tertulis dengan lipstik merah di tubuhnya. Mayat French juga ditemukan di lahan kosong.

Namun, mungkin yang paling luar biasa adalah teori Steve kalau ayahnya juga adalah Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang beroperasi di California pada tahun 1960-an. Jumlah korbannya yang bisa diverifikasi ada 7 orang, walaupun Zodiac sendiri mengaku telah membunuh 37 orang.

Kasus Zodiac juga termasuk ke dalam kategori tidak terpecahkan. Teori Steve ini cukup luar biasa, tetapi sepertinya ia punya dasar yang cukup kuat. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketsa wajah Zodiac Killer, yang dirilis oleh pihak kepolisian pada tahun 1960-an.

Teori Hodel belum mendapat pengakuan dari LAPD, dan bahkan dianggap mengada-ada oleh banyak pihak. Walaupun begitu, teorinya cukup mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, seperti deputi jaksa wilayah, Steve Kay, dan penulis buku mengenai Black Dahlia bernama James Ellroy.

Jika pembunuh Black Dahlia, Red Lipstick Murder, dan Zodiac Killer, ternyata orang yang sama, maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Arnold Smith

Pada tahun 1981, puluhan tahun setelah pembunuhan itu terjadi, ada satu petunjuk penting mengenai kasus ini muncul ke permukaan. Waktu itu, seorang detektif LAPD bernama John St. John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia dari seorang informan.

St. John dikenal sebagai detektif hebat, yang telah menangani banyak kasus pembunuhan. Bahkan kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bagi buku dan film seri di televisi.

Suatu hari, seorang informan datang kepadanya, dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang bisa jadi sang pembunuh Black Dahlia. Pria di dalam rekaman itu juga menunjukkan kepada sang informan, beberapa foto dan barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai milik Beth.

Pria itu bernama Arnold Smith. Dalam rekaman itu, Smith mengklaim kalau rekannya, yang bernama Al Morrison, juga seorang pelaku kejahatan seksual, telah membunuh dan memutilasi Beth.

St. John percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison adalah pria yang sama.

Selain pengakuan, rekaman itu juga menceritakan detail bagaimana Beth dibunuh. Smith bercerita kalau Beth datang ke kamar Al Morrison di Hollywood, karena ia tidak punya tempat untuk menginap. Morrison lalu membawa Beth ke sebuah rumah di East 31st, dekat San Pedro, dan mengajaknya berhubungan seks, yang kemudian ditolak oleh Beth.

Morrison menjadi marah dan menganiaya Beth, yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Beth.

Informasi ini bocor ke pers. Media heboh dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Black Dahlia. Akibatnya, Arnold Smith malah menghilang dan tidak bisa dihubungi, mungkin karena ketakutan.

Informan St. John tidak mengetahui dimana ia tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan untuk Smith, supaya bisa bertemu. Akhirnya, pesan itu dibalas dan Smith bersedia bertemu.

Namun, pertemuan yang mungkin bisa menjadi kunci pemecahan kasus itu tidak pernah terjadi.

Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Smith ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan, di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith diduga merokok ketika ia tertidur, sehingga tubuhnya terbakar habis bersama tempat tidurnya, dan dokumen-dokumen lain yang diduga milik Beth.

Kematian Smith agak mencurigakan, namun polisi tidak menemukan bukti adanya kejahatan dalam peristiwa itu. Misteri di dalam misteri.

Dengan kematian Smith, salah satu kunci yang mungkin bisa memecahkan misteri Black Dahlia lenyap untuk selama-lamanya.

Mungkinkah Arnold Smith pembunuh Black Dahlia yang sesungguhnya?

Sayang, kita tidak bisa mengetahuinya.

Walaupun banyak petunjuk dan teori baru bermunculan, setelah lebih dari 60 tahun, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai "Unsolved - tidak terpecahkan". Namun, kasus ini masih menarik perhatian para peneliti independen. Mungkin, di tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

Related

World's Fact 3978660933144645377

Recent

item