Pengantar Galon Air Tewas Ditikam Pelanggannya Sendiri, Kenapa?

 Pengantar Galon Air Tewas Ditikam Pelanggannya Sendiri, Kenapa?

Naviri Magazine - Geger pengantar galon bernama Marsel (24) di Makassar, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas bersimbah darah lantaran luka tusukan di area vital jantung. Nahasnya, korban ternyata ditikam pelanggan korban sendiri, Syamsul Bahri (45).

Seorang warga yang juga saksi mata di lokasi, Syamsuddin (41), menceritakan detik-detik korban yang mengantar galon tiba-tiba diserang pelaku. Pelaku sendiri lebih dulu melumpuhkan korban dengan pukulan tangan kosong sebelum akhirnya menikam korban dengan badik.

"Kan (korban) sementara mengantar galon langsung dihantam di atas motor. Dipukul dulu 3 kali, dihantam mulutnya, mukanya sampai berdarah-darah. Jadi (korban) jatuh itu baru ditikam," ungkap Syamsuddin.

Syamsuddin sendiri mengaku cukup tahu persoalan antara korban dan pelaku. Korban kerap mengantarkan galon kepada pelaku karena pelanggan.

Namun belum lama ini, pelaku sempat menelepon korban dan protes karena air galon korban diduga kotor. Selanjutnya, pelaku meminta korban agar mengganti air galon yang kotor tersebut dengan galon yang baru.

"Tidak datang, datang ji naambil galon ndag nakasi kembali, ndag naganti, di situmi jengkel (respon korban lama saat diminta untuk mengganti galon yang airnya kotor. Tapi korban tetap datang mengambil galon yang airnya kotor tersebut. Hanya, korban justru hanya sebatas mengambil galon tetapi tak kembali lagi dengan air galon yang baru sehingga pelaku jengkel atau dendam)," beber Syamsuddin.

Karena korban tak kunjung datang membawa galon pengganti seperti yang dia minta, lanjut Syamsuddin, pelaku kemudian pergi ke toko kelontong untuk membeli galon. Saat itulah pelaku melihat korban dari kejauhan sedang membawa galon. Selanjutnya, pelaku mencari titik untuk menyerang korban dengan cara tiba-tiba.

"Nalihat ki (dia melihat) korban lewat na pergi di sini natunggui, pas ki (korban) datang arah keluar itu naliat, langsung nahantam korban di atas motornya," beber Syamsuddin.

Korban sendiri masih sempat berdiri dan melarikan diri dari lokasi. Namun tidak lama kemudian, korban terkapar diduga kehabisan darah.

Sementara itu, polisi tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku. Setelah melakukan olah TKP, polisi pun bergegas meringkus pelaku di rumahnya. Sebilah badik turut disita sebagai barang bukti.

Related

News 2785916352287072576

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item