Bukannya Untung, 6 Cara Berhemat Ini Justru Bikin Kamu Rugi Besar


Naviri Magazine - Hemat merupakan salah satu sikap bijaksana yang sepatutnya dimiliki setiap orang. Dengan berhemat, kita jadi lebih bisa menabung dan memiliki keuangan yang stabil.

Sayangnya, banyak orang yang kurang cermat dalam menerapkan cara hidup hemat, yang pada akhirnya justru membuat diri sendiri mengalami kerugian. Kadang kala, tanpa sadar orang-orang berpikir bahwa mereka telah menerapkan perilaku hemat, tapi ternyata yang terjadi justru sebaliknya.

Yuk, periksa lagi cara berhematmu, apakah termasuk dalam salah satu cara berhemat yang merugikan seperti berikut Ini.

1. Selalu memilih barang yang harganya paling murah

Memilih barang yang harganya paling murah bukanlah suatu pilihan yang selamanya baik. Kamu pasti sering mendengar istilah 'ada harga, ada rupa', yang maksudnya kualitas barang pada dasarnya dapat dilihat dari harganya Memang istilah tersebut tidak selamanya berlaku, hanya saja kebanyakan memang demikian.

Misalnya, ada dua jenis barang yang sama dengan produsen yang berbeda, produsen pertama menggunakan bahan-bahan yang berkualitas agar produknya bisa awet dipakai konsumen. Sedangkan, produsen kedua fokus membuat barang yang ekonomis, sehingga memilih bahan baku semurah mungkin dan seadanya, untuk kualitas jelas tidak terjamin.

Akhirnya, barang-barang dari produsen kedua ini sangat mudah rusak, yang otomatis membuat konsumen harus beli berkali-kali. Berbeda jauh dengan produk buatan produsen pertama yang walaupun harganya lebih mahal tetapi sangat awet.

Kalau dihitung-hitung, barang yang harganya agak mahal tapi awet jelas lebih hemat daripada barang yang murah tapi cepat rusak. Sebab, dengan membeli barang murah, barang menjadi tidak awet yang tentunya membuat kamu jadi sering mengeluarkan uang.

2. Belanja saat sedang diskon

Berbelanja barang yang sedang diskon tidak selalu dapat menghemat pengeluaranmu, lho. Saat melihat barang yang sedang didiskon, banyak orang yang tiba-tiba tertarik membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, dan kebanyakan membeli dengan prinsip 'beli aja dulu, siapa tahu butuh, mumpung lagi diskon'. Alhasil, ini membuat pengeluaran bulananmu makin banyak.

Juga, terkadang ada promo yang sebenarnya hanya jebakan, misalnya dengan menaikkan harga barang sebelum memasang harga diskon. Juga, promo 'Beli 2 Gratis 1' yang lagi-lagi membuat kamu memaksa diri sendiri membeli barang yang tidak perlu.

3. Membeli makanan termurah

Untuk menghemat urusan makan, banyak yang memilih untuk membeli makanan yang harganya murah. Tapi masalahnya, makannya yang dijual murah kualitas bahannya juga tidak terjamin.

Meskipun tidak selalu, tapi secara logika, untuk memproduksi makanan yang harganya murah, produsen tentunya juga harus menekan biaya produksi, salah satunya dengan membeli bahan baku termurah.

Padahal, makanan yang masuk ke tubuh sangatlah mempengaruhi kesehatan. Jangan sampai karena terbiasa membeli makanan yang murah, kamu jadi memasukkan bahan-bahan yang tidak sehat ke dalam tubuhmu.

Pada akhirnya, kamu jadi mudah sakit dan harus menguras tabungan untuk membeli obat-obatan, bahkan rawat inap di rumah sakit.

4. Menggunakan jatah berlibur untuk bekerja

Menghilangkan waktu libur dan menggantinya dengan bekerja bukanlah pilihan yang bijak. Sebab, pada dasarnya setiap pekerja perlu istirahat dan berlibur untuk menyegarkan pikiran dan dijauhkan dari stres.

Sebaliknya, mengabaikan waktu istirahat dan liburan dengan alasan berhemat sama artinya dengan membiarkan stres dan penyakit masuk ke kehidupanmu. Saat kurang istirahat, kamu jadi sulit konsentrasi dan akan mengalami penurunan performa kerja.

Ditambah, stres dan kurang istirahat akan membuat kamu mudah sakit yang pada akhirnya memaksa kamu mengeluarkan lebih banyak uang untuk berobat.

5. Berbelanja untuk mengejar poin dan reward

Banyak tempat belanja terkenal yang menawarkan fasilitas membership untuk menarik konsumen. Konsumen yang memiliki kartu member ini nantinya akan mendapatkan poin setiap kali berbelanja dalam jumlah tertentu. Poin yang didapat ini kemudian dapat diakumulasikan dan ditukar dengan merchandise atau diskon belanja.

Salah satu tujuan dari trik pemasaran ini adalah agar para konsumen setia berbelanja di toko tersebut. Bahkan, semangat untuk sering berbelanja agar cepat-cepat mendapatkan reward dari toko tersebut.

Benar saja, trik ini justru membuat banyak orang menjadi lebih boros bukan? Sebab, alih-alih berbelanja sesuai keperluan dan mencari toko yang menawarkan harga terbaik, kamu justru tertarik dengan bayang-bayang reward yang akan kamu dapatkan.

6. Malas melakukan servis rutin

Jangan malas mengeluarkan uang untuk benda-benda yang membutuhkan perawatan rutin, seperti kendaraan dan beberapa barang elektronik. Sebab, hal ini bertujuan untuk menjaga barang agar tetap awet dan segera melakukan perbaikan apabila ada kerusakan.

Jika kamu menunggu barang-barangmu mengalami kerusakan yang parah, ini akan membuatmu jadi lebih boros. Sebab, biaya servis barang yang rusak parah tentu tidak sama dengan barang yang mengalami kerusakan ringan.

Belum lagi, jika kamu harus mengganti komponen di dalamnya atau justru membeli barang yang baru. Tentunya kamu malah jadi rugi kan?

Berhemat yang benar sepatutnya membuat keuanganmu menjadi lebih aman. Perlu kamu ingat, berhemat tidak selalu berarti kamu harus memilih yang termurah, melainkan dengan perhitungan yang cermat dan selalu mendahulukan kebutuhan.

Related

Tips 2888262132948933709

Recent

item