Kisah 10 Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Dunia Balap (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Kisah 10 Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Dunia Balap - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Sebelumnya, Donohue telah memenangkan Indianapolis 500 (1972), menang di Riverside di NASCAR, dan bersaing untuk Penske Racing Formula Satu. Donohue juga juara pertama dari seri IROC yang sekarang sudah tidak ada lagi, yang mengadu 2 pembalap terbesar di dunia terhadap satu sama lain untuk melihat siapa yang akan menang.

Donohue meninggal karena pendarahan setelah kecelakaan di Austria. Selama pengujian, kegagalan ban membuatnya meluncur ke pagar pembatas, di mana kepalanya menghantam papan reklame.

Gilles Villeneuve - Formula One

Gilles Villeneuve adalah kebanggaan olahraga motor Kanada. Karirnya dimulai di Quebec, di mana ia mulai balap mobil salju sebelum pindah ke Formula Atlantik.

Ia memenangkan Kejuaraan Formula Atlantik tahun 1976 di Amerika Serikat dan Kanada, kemudian ditawari bergabung dengan McLaren pada tahun 1977. Ia melaju pada tahun 1978 untuk Ferrari, dan selama karir singkat itu ia memenangkan enam balapan dan menempati urutan kedua dalam seri kejuaraan.

Pada tahun 1982, Villenueve melaju dalam kualifikasi untuk Grand Prix Belgia di Zolder ketika ia menabrak mobil lain yang lebih lambat, membuatnya terpental ke udara pada kecepatan antara 193 dan 225 km/jam. Mobil itu terbanting ke dalam trek, sementara Villenueve terpental ke udara dan mengenai pagar pembatas.

Ile Notre-Dame Montreal, sebuah sirkuit balap di Kanada, berubah nama menjadi Sirkuit Gilles Villenueve setelah kecelakaan itu, bahkan hari ini Giles tetap menjadi salah satu pembalap mobil yang paling populer dan mengagumkan dalam sejarah.

Dale Earnhardt - NASCAR

Earnhardt, tak diragukan lagi, salah satu pembalap NASCAR paling sukses yang pernah ada, menang 76 balapan, dan tujuh kejuaraan selama era yang paling kompetitif dan sulit.

Pada tahun 2000, pada usia 49, Dale Earnhardt mengatakan ia harus pensiun dengan saat dia menempati posisi kedua, membuatnya menjadi favorit pada kejuaraan Piala Winston 2001. 

Tim yang dimiliki, Dale Earnhardt Inc, juga menghadirkan mobil ketiga, dengan Steve Park dan Dale Earnhardt, Jr yang bergabung dengan pengemudi lama dan teman Michael Waltrip. Waltrip dan Earnhardt Junior memimpin Daytona 500 pada putaran akhir, dengan Earnhardt Sr di ketiga.

Ketika mobil mengitari sudut ketiga, mobil Earnhardt's disenggol bagian belakangnya, sehingga oleng. Lalu tiba-tiba berbalik di atas trek lintasan, dan membantingnya ke dinding pada kecepatan 257 km/jam.

Kenny Schrader, yang telah menyenggol mobil Earnhardt saat ia menabrak dinding, segera keluar dari mobil untuk memeriksanya, dan segera memberikan isyarat untuk mencari bantuan. Earnhardt dinyatakan meninggal hari itu, karena benturan dengan dinding.

Ayrton Senna - Formula One

Sebuah jajak pendapat tahun 2009 dari 271 pembalap Formula One, anggota kru dan karyawan menunjuk Ayrton Senna sebagai pembalap F1 terbesar dalam sejarah.

Seorang pembalap yang 3 kali menjuarai seri kejuaraan, Senna memenangkan Grand Prix Monaco enam kali dan memegang rekor pole position dari tahun 1989 hingga 2006. Senna dikenal sebagai pesaing yang tangguh, terutama dikenal karena perseteruan dengan Alain Prost, pesaingnya dalam berduel untuk kejuaraan di musim 1988-1992. 

Dia memimpin di GP San Marino di Imola, di mana banyak pembalap berada di tepi setelah kematian pembalap pendatang baru Roland Ratzenberger, ketika mobilnya meninggalkan lintasan dan menabrak dinding penahan pada kecepatan 220 km/jam. Tempat/kerangka roda penyok ke belakang menembus helm, menyebabkan pecah tulang tengkoraknya.

Di mobilnya, pekerja keamanan menemukan bendera Austria yang masih digulung, yang akan dikibarkan Senna untuk menghormati kematian Ratzenberger.

Pierre Levegh, dan 83 penonton Le Mans

Pierre Levegh, seorang sopir pabrik untuk Mercedes-Benz, membayangi pemimpin perlombaan setelah dua jam melaju pada 24 Hours of Le Mans race 1955 di Le Mans. Sebuah mobil lebih lambat memblokir jalan, dan mobil yang memimpin lomba mampu menghindarinya, tapi itu membuat Levegh tidak ada waktu untuk bereaksi.

Dia bertabrakan dengan mobil yang lebih lambat, yang membuat jalur di belakangnya seperti mengamuk, dan membuatnya terpental ke udara pada kecepatan hampir 150 mil per jam. Ia melejit ke udara dan menghantam gundukan tanah di sebelah kiri penonton.

Bagian mobil, termasuk gandar depan dan kap, terbang ke kerumunan. Tangki bahan bakar pecah, dan komponen mobil yang banyak terbuat dari magnesium, meledak menjadi api, mengirimkan bara ke jalur lintasan dan juga ke banyak penonton.

Pada hari itu, 83 penonton tewas dan 120 lainnya luka-luka. Tragedi Le Mans 1955 digambarkan sebagai peristiwa tunggal yang hampir mematikan olahraga balap mobil itu sendiri. Mercedes-Benz menarik diri dari olahraga motor kompetitif sampai pertengahan 1980-an.

Related

Sports 8911506727599330078

Recent

item