Memahami Perbedaan Antara Bekerja Keras dengan Gila Kerja


Naviri Magazine - Bekerja keras menjadi salah satu cara untuk menggapai kesuksesan. Tapi, saking kerasnya seseorang bekerja, tak jarang mendapat julukan workaholic. Tapi tunggu dulu, deh. Menjadi pekerja keras tidak sama dengan workaholic. 

Menurut Gita Nurani, dosen Psikologi Industri dan Organisasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, biasanya seseorang yang workaholic dikenal juga sebagai orang yang gila kerja. Ia cenderung mengerjakan banyak tugas secara bersamaan, tanpa mengimbangi dengan kualitas manajamen waktu.

Terlebih lagi, seseorang yang workaholic sering mengabaikan kebutuhan pribadi, seperti makan, minum, tidur, hingga nongkrong sama teman.

"Dampaknya, secara fisik menjadi kurang nutrisi, lemah, mudah mengantuk, dan mudah lelah. Sedangkan secara psikis atau mental akan mudah marah, gampang tersinggung, sulit konsentrasi, bahkan hubungan sosialnya juga terganggu,” ujar Gita.

Meski begitu, seorang workaholic umumnya dapat bekerja secara pintar. Sehingga kinerjanya lebih cepat dibandingkan pekerja keras.

“Workaholic itu sudah pasti bekerja secara pintar. Dia menggunakan cara yang berbeda untuk meminimalisir waktu pekerjaannya,” jelas Abdi Utama, Senior Manager of Talent and Organization di sebuah perusahaan swasta.

Abdi juga menyebut, seseorang menjadi workaholic karena senang dengan pekerjaannya.

“Jadi dia bisa bekerja lebih baik lagi, dan hasilnya selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Ini menjadi beberapa faktor yang mendorong seseorang menjadi workaholic,” kata dia.

Sedangkan menurut Gita, seorang pekerja keras lebih berfokus kepada hasil dan proses. Pekerja keras akan memenuhi waktu kerja sesuai dengan kewajibannya. 
Contohnya, perusahaan memiliki waktu kerja selama delapan jam per hari. Maka, seorang pekerja keras akan mengikuti aturan jam kerja tersebut.

“Kalau ada ekstra kerjaan, seorang pekerja keras akan lebih memilih untuk melanjutkan dan menyelesaikannya di esok hari,” terang Gita.

Namun, menurut Abdi, seorang pekerja keras bisa jadi memiliki kinerja yang lambat. Sebab, dia akan terus-menerus menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

“Workaholic udah pasti akan bekerja secara pintar, tapi belum tentu dengan seorang pekerja keras. Terkadang, mereka enggak mencoba untuk cari cara yang berbeda. Menyebabkan pekerjaan lebih lama selesai,” jelas dia.

Related

Career 7994938833109047372

Recent

item