Panduan Mempelajari Investasi dengan Untung Besar tapi Berisiko Besar (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Panduan Mempelajari Investasi dengan Untung Besar tapi Berisiko Besar - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Sekarang bayangkan beberapa fakta ini: Seumpama diri kitalah yang menyelenggarakan program investasi yang diiklankan di surat kabar itu. Kita memiliki atau menjalankan suatu kegiatan usaha yang memiliki tingkat hasil besar (100 persen) dengan tingkat risiko yang minim. Mungkinkah kita sebagai pihak investor akan mau berbagi dengan pihak lain? 

Umumnya, dalam dunia usaha dan investasi, kalau memang sebuah usaha dapat menghasilkan keuntungan 100 persen tanpa risiko yang besar, maka orang akan lebih memilih melakukannya sendiri dan mendapatkan keuntungannya sendiri tanpa harus repot-repot mengajak orang lain.

Selain itu, kalau memang usaha yang dikelola tersebut mampu menghasilkan keuntungan 100 persen, mengapa pengelolanya tidak mencari pinjaman saja ke bank dan membayar bunga pinjaman yang hanya sekitar 20 persen? Bukankah, kalau memang dia membutuhkan tambahan modal, itu akan jauh lebih menguntungkan karena dapat menghemat 80 persen keuntungannya? 

Dan terakhir, kalau memang investasi di sektor riil yang dikelolanya tersebut memang dapat menghasilkan keuntungan sebesar 100 persen, plus minim risiko, maka dia tidak akan repot-repot mencari orang untuk menambahkan modal karena dia pasti akan didatangi oleh banyak bank yang akan mengulurkan bantuan kredit karena bank pasti akan menilai usaha tersebut sebagai investasi yang prospektif.

Jadi, yang kemungkinan terjadi menyangkut iklan-iklan penawaran investasi yang terkesan ‘hebat’ itu sesungguhnya adalah pembagian risiko dan bukannya pembagian keuntungan. Di dalam dunia investasi, hampir mustahil ada kegiatan investasi yang memiliki hasil besar dan risiko minim namun mau dibagikan dengan pihak lain.

Nah, apabila kita memang ingin mencoba berinvestasi dalam investasi berisiko besar karena menginginkan hasil yang juga besar, maka ada beberapa hal yang perlu dicermati terlebih dulu menyangkut beberapa hal dalam investasi itu. 

Karena tujuan orang berinvestasi itu berbeda-beda, maka tentu saja tidak aneh kalau kemudian ada orang yang mau berinvestasi pada jenis investasi yang memiliki risiko besar.

Beberapa hal yang perlu dicermati menyangkut investasi berisiko besar adalah:

Tujuan investasi

Kalau memang kita memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dan kita memang berniat untuk melakukan investasi yang memberi hasil besar tanpa merisaukan risikonya yang besar, maka investasi berisiko besar memang bukan lagi pilihan yang berat. 

Dalam arti; kita memang telah siap untuk menghadapi apapun yang terjadi. Selain itu, uang yang tersedia untuk investasi itu memang ‘uang dingin’ yang tidak ditujukan untuk hal lain selain hanya untuk investasi.

Namun, apabila kita berinvestasi dengan tujuan agar memperoleh pendapatan yang teratur atau stabil, maka investasi berisiko besar adalah sesuatu yang riskan. Jika tujuannya adalah pendapatan yang rutin dari investasi, maka sebaiknya memilih investasi yang berisiko lebih minim, meskipun hasil yang diperoleh juga tidak terlalu besar.

Jangka waktu investasi

Apa yang kita inginkan dari jangka waktu investasi itu? Apakah kita menginginkan investasi yang memiliki jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang? Jawaban dari pertanyaan ini tentu saja akan tergantung pada dana yang kita gunakan, sekaligus juga tujuan dari investasi itu sendiri.

Jangka waktu investasi perlu diperhatikan, karena ada jenis-jenis investasi yang belum dapat memberikan hasil dalam jangka waktu pendek, namun akan memberikan hasil besar dalam waktu yang relatif panjang.

Kalau dana yang digunakan untuk investasi itu memang dialokasikan secara murni untuk investasi, maka investasi jangka panjang akan baik untuk dijadikan pilihan. Mengapa? 

Karena seringkali sebuah investasi akan semakin memberikan hasil yang lebih besar seiring dengan makin lamanya jangka waktu investasi tersebut. Pada investasi deposito, misalnya, akan terjadi ‘bunga berbunga’ apabila dana yang kita investasikan dalam deposito tersebut kita tanam dalam waktu lama tanpa diusik-usik sedikit pun.

Kemampuan menanggung risiko

Kalau tujuan kita adalah investasi yang memiliki hasil besar, maka yang perlu diingat dan diperhatikan pertama kali adalah seberapa tinggi kemampuan kita dalam menghadapi risiko kerugian yang mungkin akan ditimbulkan dari investasi tersebut. 

Karena hasil besar diiringi dengan risiko yang besar, maka kita harus menakar terlebih dulu sejauh mana kemampuan kita dalam menanggung risiko kehilangan atas investasi yang kita lakukan, agar kita tidak menjadi ‘kaget’ ketika risiko kerugian itu terjadi.

Mengharapkan hasil besar dengan melupakan risiko yang mengiringinya adalah langkah yang riskan karena tidak selamanya investasi berbuah manis, khususnya dalam hal ini investasi yang memiliki hasil besar. Karenanya, sebaiknya cermati dulu hal tersebut dan batasi jumlah investasi yang kita lakukan itu pada batas kemampuan kita dalam menanggung risiko kerugiannya.

Target hasil investasi

Meskipun semua bentuk investasi menjanjikan keuntungan, namun kita tentunya memiliki suatu target tersendiri menyangkut investasi yang kita lakukan. 

Nah, kalau memang kita menginginkan hasil keuntungan yang ditargetkan dari investasi itu, misalnya hanya 20 persen pertahun, maka sebaiknya gunakan saja investasi yang minim risiko karena hasil sebesar itu biasanya dapat diperoleh dari investasi-investasi yang berisiko kecil.

Namun kalau memang kita menginginkan hasil yang besar dari investasi yang kita lakukan, misalnya 80 persen pertahun, atau setidaknya 50 persen pertahun, tentu saja kita perlu memasukkan dana yang kita miliki dalam program investasi yang berisiko besar atau cukup besar—selama kita memang merasa yakin untuk sanggup menerima atau menanggung risikonya.

Yakin dengan diri sendiri

Barangkali secara sekilas ini terkesan tak memiliki hubungan dengan investasi, namun ketika kita memutuskan untuk melakukan investasi, khususnya yang memiliki tingkat risiko tinggi, maka tingkat keyakinan kita terhadap investasi itu harus benar-benar matang. 

Ketika kita memutuskan untuk melakukan investasi yang memiliki tingkat risiko yang tinggi, kita harus yakin terhadap diri sendiri ketika memutuskannya. Karenanya, hindari investasi yang hanya berdasarkan selera semata-mata, atau karena bujukan rayuan.

Salah satu filosofi yang positif menyangkut investasi adalah larangan untuk bersikap serakah. Karenanya, jika kita memang menginginkan melakukan investasi dengan risiko yang besar karena mengharapkan hasil yang besar, maka landasi hal itu dengan akal sehat, dan bukan sekedar karena keserakahan pada hasil yang besar.

Related

Tips 7922835239634291785

Recent

item