Buat Bunda, Ini Kiat-kiat Penting Memilih Dokter Anak

Naviri Magazine - Memilih dokter anak bisa dibilang gampang-gampang susah. Saat ini, dokter anak tak hanya bertugas mengobati anak saat sak...


Naviri Magazine - Memilih dokter anak bisa dibilang gampang-gampang susah. Saat ini, dokter anak tak hanya bertugas mengobati anak saat sakit, namun juga mendampingi orangtua dalam memantau pertumbuhan fisik dan emosi anak. Karena itu, banyak orangtua masa kini yang tetap bertemu dokter anak meski sang anak tidak sedang terserang penyakit.

Dalam memilih dokter untuk anak, langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua adalah mengumpulkan referensi sebanyak mungkin dari teman-teman, saudara, majalah atau televisi. Dari referensi itu, Anda akan mendapat gambaran dokter anak yang Anda inginkan. 

Salah satu yang pantas Anda pertimbangkan adalah apakah dokter anak yang direkomendasikan pada Anda tersebut memiliki pola pikir yang sama dengan Anda dalam mengasuh anak. Misalnya mengenai nutrisi dan penanganan masalah emosi anak. Untuk anak dengan kasus khusus, ada baiknya Anda memperoleh referensi lebih lengkap mengenai kemampuan si dokter.

Jika daftar dokter pilihan telah Anda dapatkan, sisihkan waktu untuk bertemu dengan mereka. Perhatikan apakah jadwal praktik sang dokter sesuai dengan waktu Anda, terutama jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja. Ada baiknya Anda dan pasangan datang berdua saat bertemu dengan dokter anak.

Dalam pertemuan penjajakan itu, tanyakan apakah dokter anak itu bersedia melayani Anda di luar jam praktik dengan perjanjian? Apakah dokter anak juga bisa dipanggil ke rumah dalam keadaan darurat? Tanyakan juga apakah dokter anak bersedia melayani pertanyaan melalaui telepon? Apakah ia memiliki banyak tempat praktik agar mudah dihubungi?

Saat berkunjung ke tempat praktik dokter, perhatikan pula apakah suasana ruang praktik membuat anak merasa nyaman. Apakah ruangan dibuat seperti rumah sakit yang berwarna putih polos atau dihiasi gambar-gambar lucu yang membuat anak betah. Ingat, ruangan rumah sakit yang putih polos mempengaruhi kondisi psikis anak dan membuatnya takut sebelum diperiksa.

Perhatikan pula cara dokter melayani pasien, apakah ia langsung menidurkan anak di tempat tidur atau mengajak anak mengobrol dulu. Sikap dan cara dokter berinteraksi akan membantu anak merasa santai saat akan diperiksa.

Orangtua juga perlu berpikir dua kali jika berminat pada dokter anak yang terlalu terkenal. Dokter anak dengan nama besar umumnya memiliki pasien yang sangat banyak dan mengharuskan kita menunggu dalam antrean panjang. 

Jika anak dalam kondisi yang butuh penanganan cepat, misalnya panas dan pilek, itu akan membuat orangtua panik. Dokter dengan daftar pasien yang panjang juga akan mempersingkat waktu konsultasi Anda.

Related

Tips 5004014628843946877

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item