5 Tanda Kamu Mengalami Anticipatory Anxiety, Mudah Panik dan Cemas Duluan


Naviri Magazine - Anticipatory anxiety atau disebut juga dengan kecemasan antisipatif merupakan sebuah perasaan khawatir berlebihan akan hal buruk yang bisa saja terjadi kemudian. Biasanya pikiran akan membayangkan hal-hal buruk ketika kamu akan melakukan suatu hal. 

Misalnya, saat kamu ingin presentasi di depan banyak orang, kamu cemas berlebihan yang membuat tanganmu mendadak dingin, berkeringat atau bahkan sakit perut.

Berikut ini merupakan lima tanda yang bisa mengindikasikan kalau kamu sedang mengalami anticipatory anxiety. Yuk, kenali lebih lanjut!

1. Pikiran yang tak terkendali selalu berpikir hal terburuk 

Kamu yang memiliki gangguan kecemasan ini pasti pernah merasakan tidak enaknya memiliki pikiran buruk yang selalu menghantui. Saat kamu hendak melakukan suatu hal penting atau tidak penting sekalipun bisa saja terganggu karena hal ini.

Misalnya ketika kamu akan menghadapi sebuah ujian, meskipun kamu sudah belajar dengan giat tetapi pikiranmu pasti tak lepas dari memikirkan kegagalan. Kamu membayangkan hal-hal buruk seperti lupa materi, salah dalam menjawab, atau berpikir bahwa lawanmu akan lebih tangguh.

2. Kamu sulit berkonsentrasi terhadap hal yang akan kamu lakukan 

Bukannya konsentrasi, kamu malah sibuk dengan masalah kecemasan dalam dirimu yang mengacaukan segalanya. Begitulah yang akan kamu alami ketika terlalu merasakan kecemasan yang ada dalam pikiranmu. 

Kamu tidak bisa fokus dan tenang menghadapi apa yang ada di depan mata. Pikiranmu melayang ke sana kemari membayangkan hal-hal negatif yang sebenarnya tidak berguna sama sekali.

3. Gelisah hingga kesulitan untuk tidur 

Gangguan tidur dan gelisah juga merupakan tanda bahwa kamu sedang mengalami anticipatory anxiety. Bahkan ketika akan tidur, pikiranmu tak lepas dari memikirkan kemungkinan negatif yang akan kamu hadapi esok hari. Tentu hal ini sangat mengganggu hingga bisa membuatmu kurang tidur dan berdampak pada hasil di esok hari.

Misalnya, saat kamu akan menghadiri sebuah wawancara kerja esok hari, kamu sibuk membayangkan pertanyaan apa yang akan ditanyakan, apakah kamu bisa menjawabnya atau tidak. Kamu meragukan dirimu apakah bisa menjawab semua pertanyaannya dengan jawaban yang memuaskan atau tidak.

4. Mati rasa secara emosional 

Pernah gak sih saking panik dan groginya kamu malah bengong sendiri? Kamu bahkan tidak merespon temanmu yang sedang bertanya suatu hal padamu. Pikiranmu berkecamuk, tetapi tatapan matamu kosong dan seperti sedang melamun.

Kamu tidak bisa fokus atau berempati, kamu sedang tidak bisa marah, tertawa atau bahkan mengekspresikan perasaanmu saat ini. Secara tak sadar kamu sedang mengalami mati rasa secara emosional.

5. Kesulitan mengatur mood hingga tidak berselera makan 

Kelanjutan dari mati rasa adalah kamu tidak bisa mengatur mood atau perasaan. Kamu tidak tahu apa maunya dirimu, apa yang harus kamu lakukan atau bagaimana cara menjadi tenang. 

Semua berlanjut sampai kamu tidak berselera makan, terasa mual atau bahkan muntah. Kalau sudah begini lebih baik kamu segera menemui dokter sebelum gejala kecemasan yang kamu alami menjadi lebih parah lagi, ya!

Ketika mengalami kecemasan antisipatif kamu tentu akan berharap andai saja waktu bisa kamu lompati. Tetapi ternyata kamu lebih baik melaluinya dengan kesiapan dan sikap mindfulness. Ingatlah, bahwa kenyataan itu tak semenakutkan apa yang kamu bayangkan. So, keep moving forward!

Related

Psychology 7320572540727511712

Recent

item