10 Tahun Rezim Kim Jong-un: Gaya Aneh Pemimpin Korea Utara (Bagian 1)


Jumat pekan ini menandai satu dekade Kim Jon-un memimpin Korea Utara usai sang ayah tiba-tiba terkena serangan jantung. Di antara yang membedakan dengan pendahulunya adalah gaya aneh Kim Jong-un memimpin Korut.

Di antara keanehannya adalah meminta warga ternak kelinci dan memakan angsa hitam saat krisis pangan. Terbaru adalah perintah Kim kepada seluruh rakyatnya memperingati 10 tahun Kim Jong-il wafat. Ia melarang keras para warganya untuk tertawa selama 11 hari.

Kim juga melarang para warga berbelanja kebutuhan sehari-hari. Pemerintah pun memerintahkan perusahaan-perusahaan milik negara untuk mengurus orang-orang kelaparan selama masa berkabung itu.

Begitu pula tindak-tanduk sang pemimpin Korut secara pribadi. Ia pernah mengundang mantan bintang basket AS NBA, Dennis Rodman ke negaranya. Kim Jong-un memang dikenal sebagai fan berat Rodman.

Kim Jong-un juga kerap melontarkan pernyataan kontroversial. Salah satunya adalah dengan menuduh AS dan Korsel kerap memprovokasi di Asia-Pasifik.

Ada banyak peristiwa yang dialami Korut mulai krisis pangan hingga membuka diplomasi lebih luas.

Tahun 2021, Korut kembali menghadapi krisi pangan di tengah wabah Covid-19, bencana alam dan penutupan perbatasan secara ekstrem.

Sebelum naik ke tampuk kekuasaan, banyak pihak mengira Kim tak punya pengalaman. Namun dengan cepat, ia mengonsolidasikan pemerintahannya untuk mengeksekusi sang paman, yang punya kuasa.

Selain itu uji coba rudal dan mulai terbukanya Kim dengan negara lain juga menjadi corak baru di kepemimpinan era Kim.

Ia kemudian menggelar pertemuan puncak perlucutan senjata nuklir dengan Presiden AS saat itu, Donald Trump. Namun, diplomasi mereka runtuh karena sanksi yang dilancarkan AS.

Krisis Pangan Korut

Juni lalu, Organisasi Pangan Dunia (FAO) memperkirakan, tahun ini Korea Utara kekurangan sekitar 860 ribu ton makanan, atau setara lebih dari dua bulan pasokan nasional.

Pemerintah Kim pun mulai terlihat kalang kabut. Mereka berusaha mengatasi krisis pangan dengan berbagai cara. Salah satunya konsumsi angsa hitam dan ternak kelinci.

Beberapa pengamat menilai, langkat itu tak lazim meski unggas tersebut bisa dikonsumsi. Di lain hari, Korut juga meminta warga membuat permen sebagai hadiah ulang tahun di tengah krisis pangan yang melanda.

Krisis menyebabkan harga pangan dan kebutuhan lain meroket. Pada Juni lalu, harga sebungkus kopi naik menjadi dihargai US$100 atau Rp sekitar Rp1,4 juta. Adapun, tiap bungkus teh dibanderol US$70 atau setara Rp1 juta.

Baru-baru ini, krisis yang kian mencekik membuat warga menjual rumah dengan harga yang murah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di awal tahun, Kim memang mengakui rencana pembangunan ekonominya gagal dalam lima tahun terakhir.

Namun di sisi lain, dia memperkuat di sektor militer dan keamanan dengan mengancam akan memperluas persenjataan nuklir. Korut juga terus mengembangkan senjata yang lebih canggih sebagai tindakan permusuhan AS.

Kim bersumpah membangun militer yang "tak terkalahkan" mencakup rudal jarak jauh yang mampu mencapai Amerika Serikat.

Ambisi Nuklir

Pada Desember 2012, Korea Utara mengatakan telah menempatkan satelit ke orbit sebagai peluncuran roket jarak jauh pertama yang berhasil dilakukan Korea Utara.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai peluncuran semacam itu sebagai uji coba teknologi rudal yang dilarang.

Setahun kemudian, Korea Utara melakukan uji coba nuklir yang ketiga. Ini merupakan ledakan bom atom pertama di bawah pemerintahan Kim.

Tak puas sampai di situ, Korea Utara berhasil melakukan dua uji coba nuklir dan peluncuran satelit kedua pada 2016.

Juli di tahun berikutnya, Korea Utara menggelar uji coba rudal balistik antar benua. Kim menyebut tes itu sebagai paket hadiah di hari peringatan kemerdekaan Amerika Serikat.

Baca lanjutannya: 10 Tahun Rezim Kim Jong-un: Gaya Aneh Pemimpin Korea Utara (Bagian 2)

Related

International 5895057154541590860

Recent

Hot in week

item