Kisah Wanita Penambang Uang Kripto, Hasilkan Rp 8 Juta Per Bulan


Naviri Magazine - Proses mining atau menambang aset kripto tengah jadi bahan perbincangan hangat di masyarakat. Pasalnya, dengan modal alat mining bisa mendapat pendapatan pasif hingga jutaan tiap bulan.

Salah satu penambang kripto yang juga pengusaha konveksi, Desi Indarti, membagikan pahit manis pengalamannya. Salah satunya untuk menambang kripto pastinya butuh modal besar.

"Itu sebenarnya alat buat nambang, alat buat komputer juga. Kalau kita mining satu sampai dua VGA sebetulnya bisa. Tetapi, berdasarkan riset dan pengalaman saya dari 2015 (mining) di delapan VGA itu yang stabil," ujar Desi.

"Kalau dibilang untung, apa enggak untung. Sekarang gini aja, anggap keluar modal 100 juta terus satu bulan dapat 8 juta potong operasional, anggap 7 juta. Nah sekarang bisnis apa yang di jaman covid gini dapat untung segitu," sambung Desi.

Menurut Desi, investasi atau bisnis mining kripto tidak sama seperti usaha lainnya. Pendapatan yang didapat fluktuatif tergantung dari nilai aset kripto.

"Untuk bulan November Desember (pendapatan) stabil di angka Rp 8 - 9 juta, perhitungan kripto mining itu tidak seperti bisnis konvensional. Katakan kita punya perhitungan 15 -16 bulan, biasanya enggak jauh-jauh dari itu (balik modal). Kalau di kripto mining perhitungan 15 bulan itu bisa jadi 6 bulan BEP (Break Event Point)," paparnya.

Desi mengingatkan, untuk mulai nambang kripto wajib gunakan uang dingin dan punya mental kuat. Jangan coba-coba gunakan uang untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi sampai nekat pakai ambil pinjaman uang.

"Makanya selalu saya bilang, kalau kalian mau terjun kripto, mental harus kuat. Mental kuat itu kalau kita pakai uang dingin. Karena, ketika enggak pakai uang dingin, begitu drop (nilai aset kripto) dikit, market udah kocar-kacir," tutup Desi.

Related

Business 6755315700354964844

Recent

item