Panduan dan Langkah Menolong Korban Kecelakaan di Jalan Raya


Naviri Magazine - Kecelakaan bisa menimpa siapa saja, meski kita mungkin sudah berhati-hati di jalan raya. Karenanya, ketika mendapati ada korban kecelakaan, sangat disarankan untuk tidak hanya datang menonton atau menanyakan bagaimana kecelakaan bisa terjadi, tapi juga turun tangan untuk memberi pertolongan.

Menolong korban kecelakaan merupakan keharusan yang sudah diatur dalam pasal 531 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal tersebut menyatakan bahwa siapapun yang menyaksikan orang dalam bahaya maut, tapi lalai memberikan pertolongan dan korbannya jadi kehilangan nyawa, padahal ia mampu memberikan pertolongan, dapat dipidana hingga tiga bulan.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika mendapati korban kecelakaan. Pertama, adalah memastikan keamanan diri sendiri sebagai penolong. Lihat area sekitar, sterilkan agar tak ada korban tambahan akibat area berbahaya. Kedua, minta orang di sekitar menelepon layanan darurat dan mencari alat-alat pertolongan pertama. 

Ketiga, memeriksa napas korban yang tidak sadarkan diri. Jika masih bernapas pastikan posisi jalan napas tetap terbuka dan teruslah bicara pada korban. Keempat, pindahkan korban sadar ke tempat aman. Bantu korban tetap hangat dan tenang, lalu hubungi keluarga terdekat. 

Carilah kemungkinan adanya pendarahan dan luka yang mengancam jiwa. Jika terdapat pendarahan atau patah tulang, beri pertolongan. Caranya, perban bagian tubuh yang patah dengan papan dan kain, untuk menghindari pergerakan yang membuat kondisi semakin parah. 

Sikap merespons cepat membantu korban kecelakaan termasuk di jalan raya setidaknya bisa menekan risiko korban tak tertolong nyawanya. Ini bisa terjadi bila ada kesadaran bahwa kecelakaan bisa menimpa siapa saja, termasuk bagi orang-orang yang selama ini tak peduli untuk memberi pertolongan.

Related

Tips 6426499461142426025

Recent

item