Waspadai Modus Penipuan di Instagram Berkedok Aktivisme Lingkungan (Bagian 1)


Kalian pasti sudah sering melihat stiker “Add Yours” di InstaStory teman-teman. Beberapa di antaranya yang sempat beken dan bikin geger adalah pamer foto KTP, nama panggilan, dan tanda tangan. Lalu ada juga stiker viral yang mengajak pengguna Instagram “berbagi foto anak bulu untuk menanam pohon”. Kedengarannya mulia, tapi apa benar dilaksanakan?

Plant A Tree Co mengaku kewalahan begitu stiker ciptaan mereka dibagikan lebih dari empat juta kali di Instagram. Usut punya usut, perusahaan tersebut dirintis Zack Saadioui pada 2019. Pada akun Instagram, mereka mengekspresikan ketidaksanggupannya menepati janji: menanam jutaan pohon. 

Namun, mereka telah membuka penggalangan dana untuk menanam pohon sebanyak mungkin. Sejauh ini, dana telah terkumpul sebesar Rp502 juta.

“Kami cuma ingin mencoba stiker Instagram baru dengan cara yang seru dan bermanfaat bagi lingkungan. Jadi kami membuat postingannya tanpa benar-benar memahami cara kerja ‘Add Yours’,” Saadioui memberi tahu.

Namun, Exposing Instagram Scams, akun yang menyelidiki aktivitas mencurigakan di platform, menuduh Plant A Tree Co kerap memanfaatkan Instagram untuk melaksanakan penggalangan dana yang diragukan kebenarannya. 

“Yang jelas, satu-satunya tujuan Plant A Tree Co yaitu mengambil keuntungan dari situs dropship mereka,” demikian bunyi postingan yang diunggah pada awal November. Saadioui menyangkal tuduhan itu. 

Di Instagram, perusahaan berperan sebagai penggerak aksi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan. Para pengikutnya diajak menyisihkan sebagian rezeki setiap ada postingan tertentu yang beredar di media sosial. 

Mereka juga diminta menyebarkannya ke InstaStory, menyukai dan mengomentari postingan, serta mengikuti akun Plant A Tree Co. Kegiatan amalnya bervariasi, dari kebakaran hutan Australia, konservasi gajah, hingga bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.

Berdasarkan keterangan di situs resminya, Plant A Tree Co telah menanam 6.500 pohon dan berencana menanam sejuta pohon pada akhir 2021. Akan tetapi, laman arsip situs tersebut menunjukkan angkanya pertama kali diterbitkan pada 2020. Jumlah pohon yang ditanam tak kunjung bertambah.

Bagaimana cara menanam pohon melalui Plant A Tree Co? Di sinilah, segalanya jadi membingungkan. “Kami menjual kalung untuk mencapai target menanam satu juta pohon,” demikian yang tertulis di situs mereka pada saat artikel ini ditulis. “Untuk setiap kalung yang terjual, kami akan menanam satu pohon.” 

Kalungnya dijual seharga $29,95 (setara Rp430 ribu), tapi akhirnya digratiskan. Kalian cukup membayar ongkos kirim sebesar $8,95 (Rp128 ribu) untuk menanam pohon.

Namun, tampaknya ini tak lebih dari sekadar taktik jualan dropship. Sebagaimana dijelaskan Saadioui dalam videonya di YouTube, “Dropship adalah sistem menjual produk yang tidak kalian miliki. Ketika ada yang membeli barang darimu, kalian akan memesannya dari tempat lain dengan harga lebih murah dan mengirimnya langsung ke alamat pembeli.”

Kalung liontin yang dijual Plant A Tree Co terlihat sangat identik dengan yang diiklankan di Alibaba. Di situs e-commerce, kalungnya dijual grosir dengan harga eceran $0,52 atau setara tujuh ribu perak. Pada 2019, Saadioui melakukan hal serupa di Indiegogo. 

Setiap orang yang menyumbang $10 (Rp143 ribu) akan mendapat gelang yang juga berfungsi sebagai sedotan minum dan menanam pohon. Di Alibaba, harga gelang sedotan mirip Plant A Tree Co berkisar antara $0,15-$2,20 (Rp2,2 ribu hingga Rp32 ribu).

Perusahaan mengklaim penggalangan dananya dilakukan untuk Trees For The Future. Namun, organisasi nirlaba tersebut mengungkapkan biaya penanaman satu pohon menghabiskan kira-kira 25 sen alias tiga ribu perak saja — itu pun sudah termasuk ongkos pelatihan, membeli benih dan menggaji tenaga kerja. Bayangkan berapa banyak pohon yang bisa kalian tanam jika donasinya sesuai yang ditentukan Plant A Tree Co.

Baca lanjutannya: Waspadai Modus Penipuan di Instagram Berkedok Aktivisme Lingkungan (Bagian 2)

Related

Internet 7770638669392213108

Recent

item