Gara-gara Burung Kakatua, Internet di Australia Jadi Lemot


Naviri Magazine - Internet yang lemot tampaknya bukan masalah yang hanya ada di Indonesia, tapi juga di negara lain, salah satunya Australia. Bedanya, kalau internet lemot di Indonesia umumnya disebabkan infrastruktur atau jaringan yang memang belum menjangkau semua kawasan, masalah internet lemot di Australia disebabkan oleh burung kakatua.

Perusahaan National Broadband Network (NBN) sejauh ini sudah menghabiskan sekitar Rp 830 juta untuk mengganti kabel power dan fiber yang dikoyak gerombolan burung tersebut.

"Ini bukan kebiasaan mereka. Mungkin karena mereka terus menerus menajamkan paruh, dan akibatnya menrobek apa saja yang ditemui," papar Gisela Kaplan, seorang peneliti animal behaviourist, dilansir Reuteurs.

Sayangnya, menurut Kaplan, kakatua di Australia kini sudah menyukai kabel. Merupakan hal yang sulit untuk membuat mereka berhenti merusak, dan itu memaksa NBN akhirnya terpaksa mengeluarkan biaya Rp 189 ribu untuk memasang pelindung pada setiap kabel.

Ulah kakatua yang merajalela juga membuat Australia kini berada di posisi ke-50 dalam kecepatan internet di dunia. Dibanding negara-negara maju lainnya, internet di Australia diklaim terlalu lambat, dengan hanya 11,1 Mb/detik.

Related

World's Fact 4121446679067792851

Recent

item