Kisah di Balik Para Presiden Amerika yang Tewas Terbunuh


Naviri Magazine - Sebagai negara yang telah berdiri ratusan tahun lalu, Amerika Serikat adalah negara yang telah lama memerintah berdasarkan konstitusi negara. Selama ratusan tahun, Amerika Serikat telah memiliki banyak sekali presiden yang silih berganti setiap kali pemilu. 

Di antara banyak presiden yang pernah memimpin AS, sebagian dikenang karena keberhasilannya, sebagian lain dikenang karena menjadi korban pembunuhan.

Pada 14 April 1685, Presiden Lincoln dibunuh ketika sedang menyaksikan pertunjukan teater di Ford Threatre, Washington, bersama istrinya, Mary Todd Lincoln. Terbunuhnya Lincoln merupakan salah satu kasus pembunuhan presiden AS yang paling diingat hingga kini, selain tentunya pembunuhan John F. Kennedy.

Dalam sejarah Amerika Serikat, empat dari 45 presiden AS telah dibunuh ketika menjabat, dan 12 percobaan pembunuhan yang gagal. Empat yang dibunuh adalah Abraham Lincoln, Andrew Garfield, William McKinley, dan John F. Kennedy. 

Seluruh presiden AS setelah Perang Dunia II pernah mengalami percobaan pembunuhan, kecuali Eisenhower (1953–1961), Lyndon Johnson (1963–1969), dan Gerald Rudolf Ford (1974–1977). 

Sistem pengawalan pun berubah akibat kasus-kasus di atas. Sebelum pembunuhan McKinley pada 1901, pengamanan presiden tidak diserahkan ke Dinas Rahasia. Setelah pembunuhan Kennedy, presiden tidak boleh menaiki mobil beratap terbuka, dan jumlah anggota Dinas Rahasia membludak dari 179 personel menjadi 6.500.

Peristiwa-Peristiwa Politik Sebelum dan Selama Pembunuhan

Penyebab para presiden tersebut dibunuh, atau mengalami percobaan pembunuhan, sangat beragam. Namun, terdapat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi saat pembunuhan. 

Lincoln ditembak hanya beberapa minggu sebelum Perang Sipil Amerika berakhir (Mei 1865), yang ditandai oleh pembubaran pasukan Konfederasi, yang mewakili negara-negara bagian selatan AS pendukung perbudakan. Adapun Lincoln berada di sisi Union, negara-negara bagian utara yang ingin menghapus perbudakan.

Presiden Garfield belum sempat mengeluarkan kebijakan yang kontroversial ketika memerintah selama enam bulan (Maret-September 1881). Namun, beberapa kebijakan penting terjadi, misalnya reformasi kantor pos dan perluasan visi demokratik pasca-Perang Sipil, dengan pengangkatan sejumlah orang kulit hitam sebagai pejabat publik. 

Sementara itu, McKinley terbunuh beberapa tahun setelah AS melewati resesi ekonomi (1893-1896). Di bawah pemerintahannya (1897–1901), AS mencaplok Hawaii, Filipina, dan Puerto Rico.

Kennedy, memerintah antara 1960-1963, dibunuh setahun setelah peristiwa Insiden Teluk Babi (1961) dan Krisis Misil Kuba (2962). Dalam peristiwa pertama, pemerintahan Kennedy mengirim milisi beranggotakan orang-orang Kuba di pengasingan untuk menggulingkan Castro. 

Dalam peristiwa kedua, AS bereaksi atas rencana pembangunan instalasi rudal di Kuba oleh Uni Soviet. Pada 1961, AS resmi masuk dalam kancah Perang Vietnam, setelah Perancis menyingkir dari bekas koloninya tersebut.

Related

History 4627265781754523273

Recent

item