Mola-mola, Ikan Aneh dan Unik yang Hidup di Bali


Naviri Magazine - Di Bali, tepatnya di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, ada spesies ikan yang aneh sekaligus unik, bernama mola-mola. Tidak seperti ikan lain umumnya, mola-mola hampir tidak punya sirip ekor. Tapi ikan bertulang besar ini punya sirip yang menyambung dari atas sampai ke bagian bawah perut, yang disebut calvus. 

Jadi, kalau ikan pada umumnya punya sirip di samping kiri kanan, mola-mola justru punya sirip di atas dan bawah. Sayangnya, sirip seperti itu didukung bentuk badan yang bulat dan pipih, membuat pergerakan mola-mola cenderung lambat dan tidak bisa melawan arus.

Ikan mola-mola (oceanic sunfish) merupakan hewan laut yang fenomenal, dan menjadi ikon bagi dunia bawah laut Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. 

Bentuknya yang unik, besar di bagian kepala dengan mata jenaka, dan dua sirip yang menjulang seperti tanpa ekor, sangat menarik bagi para penyelam. Terlebih ketika mola-mola mendongakkan kepala dan merentangkan kedua sirip layaknya sedang melakukan tarian penyambutan bagi para penyelam.

Mola-mola kerap muncul di perairan Nusa Penida sekitar bulan Juni–Oktober setiap tahun. Dua titik penyelaman favorit tempat mola-mola biasa dijumpai adalah Blue Corner dan Crystal Bay. Sering mola-mola dijumpai bergerombol 2 sampai 8 ekor. Namun, beberapa penyelam mengatakan bahwa mereka juga sesekali melihat mola-mola di titik penyelaman yang lain pada Desember atau Januari.

Mola-mola disebut ikan Matahari, karena suka berjemur. Pada siang hari, ia naik ke permukaan laut yang lebih dangkal. Lalu, posisi tubuhnya seperti tiduran. Saat itulah ia menyerap sinar matahari ke dalam tubuhnya. Gunanya untuk mengembalikan suhu tubuh.

Mola-mola memang tidak tahan dingin. Malam hari, mereka mampu menyelam hingga kedalaman 600 meter. Tetapi, di pagi hari, mereka harus berjemur. Itulah sebabnya, mola-mola hidup di perairan tropis dan bersuhu hangat. Kalau suhu di bawah 12ºC, mereka menderita dan bisa mati.

Di kulit mola-mola, terdapat sekitar 40 jenis parasit. Karenanya, saat berjemur, mereka juga sambil “mandi” membersihkan parasitnya. Caranya, saat berjemur, ikan-ikan pembersih dan burung-burung laut mengerumuninya. Mereka memakan parasit-parasit di tubuh mola-mola.

Mola-mola membuat pariwisata Nusa Penida, Bali, semakin cerah ceria. Karena itu, pemerintah Provinsi Bali ingin melindungi mola-mola di Nusa Penida. Mereka meneliti populasi mola-mola di Nusa Penida, menjaga kebersihan laut, dan memberi peraturan pada wisatawan yang ingin melihat mola-mola. 

Related

Science 8825532261429896742

Recent

Hot in week

item