5 Tanda Kamu Sering Cemas Berlebihan, Saatnya Sadar dan Lebih Santai


Cemas merupakan salah satu emosi dasar manusia yang wajar dialami dan dirasakan. Namun, tingkat kecemasan masing-masing orang tentunya bisa berbeda-beda. Beberapa orang mungkin jarang merasa cemas atau malah mudah mengatasi kecemasan saat mulai muncul.

Namun, sebagian yang lain justru sering merasa cemas berlebihan dan sulit mengatasinya. Biar makin bisa mengenali kecemasan dalam diri, berikut beberapa tanda jika kamu termasuk pribadi yang sering merasa cemas berlebihan.

1. Terlalu khawatir pada hal-hal kecil

Meski terbilang cukup manusiawi, seberapa sering atau besar rasa cemas yang dirasakan bisa jadi patokan anxiety level dalam diri. Orang yang masuk kelompok high level anxiety biasanya sudah ada di tahap merasa cemas pada hal-hal remeh dan sepele.

Jadi, gak heran kalau pikiran mulai dipenuhi dengan kekhawatiran yang bisa saja tak berdasar hingga kerap menyulitkan diri sendiri. Bahkan, rasa cemas yang ada juga mulai disadari orang-orang di sekitar dan gak jarang malah membuat mereka risih. 

2. Sering kehilangan fokus

Rasa cemas biasanya akan berbanding lurus dengan pikiran yang tidak terkontrol hingga muncul sikap panik. Semakin cemas seseorang, semakin panik juga dirinya. Sayangnya, kolaborasi rasa cemas dan panik ini juga mampu membuat kita kehilangan fokus.

Pikiran seolah dipenuhi kekalutan sampai gak bisa dikendalikan lagi. Jangankan mencoba berpikir jernih, untuk sekadar tenang saja sudah cukup sulit. Alhasil, pikiran jadi makin ke mana-mana dan level cemas berpotensi terus meningkat.

3. Sadar kalau overthinking, tapi sulit mengendalikan

Kalau pikiran sudah mulai ke mana-mana, tinggal menunggu waktu saja sisi overthinking berkuasa. Pasalnya, rasa cemas yang dirasakan semakin gak bisa dikendalikan sampai-sampai pikiran mulai meyakini kemungkinan kejadiaan tertentu jadi nyata.

Kepala seolah diselimuti konspirasi yang makin menjadi beban dalam pikiran. Makin dipikir, justru makin cemas dan panik. Bukannya gak sadar kalau semua ini harus dikendalikan, overthinking yang ada seolah sudah menempel kuat dalam diri dan terus dirasakan dalam berbagai situasi.

4. Mulai uring-uringan akibat ketakutan yang dirasakan

Saat merasa cemas dan sadar kalau pikiran makin terbebani, ketakutan pun mulai muncul dalam diri. Sebenarnya rasa takut itu muncul juga akibat kecemasan berlebihan yang gak segera dikendalikan. Sudah cemas, panik, dan gak bisa berpikir jernih, wajar kalau kita jadi takut.

Sayangnya, rasa takut ini juga mampu membuat kita jadi kesal sendiri. Alhasil, saat diliput kecemasan, tanpa sadar kita pun jadi uring-uringan pada banyak hal. Bahkan, hal yang gak ada hubungannya dengan sumber kecemasan juga bisa memancing emosi.

5. Rasa cemas sudah mulai pengaruhi fisik

Pikiran yang sehat tentu akan menjadikan tubuh sehat juga, begitu pun sebaliknya. Saat pikiran sudah dikuasai rasa cemas yang berlebihan, gak jarang tubuh pun akan merespons dengan memberikan tanda bak sinyal bahaya.

Biasanya rasa gelisah mampu membuat tubuh jadi gemetar. Bahkan, saat level cemas makin tinggi, gak jarang juga tubuh akan mulai merasakan gejala-gejala yang lebih parah, seperti keringat dingin, mual, sakit perut, sampai peningkatan detak jantung.

Rasa cemas memang gak akan pernah luput dari perasaan manusia. Namun, kita juga wajib berusaha untuk mengatasi dan mengendalikan kecemasan agar tidak jadi berlebihan. Boleh cemas, asal jangan sampai overthinking, ya.

Related

Psychology 8256008197820431435

Recent

item