Di Masa Depan, Pria Mungkin Lebih Memilih Robot Seks daripada Wanita Asli


Penulis buku 'Sex Robots & Vegan Meat' Jenny Kleeman, dalam beberapa tahun terakhir ini menghabiskan waktunya untuk menyelidiki dunia para pria yang membeli robot seks dan menganggapnya sebagai pacar. Dia melihat, robot seks yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) bisa membuat para pria berpaling dari perempuan sungguhan. 

Kleeman telah bertemu seorang pria yang mempertimbangkan untuk meninggalkan wanita sejati dan memilih untuk hidup bersama 'pacar' robot seksnya. 

"Orang-orang di sini tidak terdengar seperti pelanggan yang kesepian atau tersisihkan secara sosial. Beberapa menyebut istri dan pacar mereka, dan membandingkannya secara tidak baik dengan boneka silikon mereka," tulis Kleeman dalam bukunya. 

Kleeman membandingkan hubungan antara manusia dengan robot seks yang tidak memerlukan kompromi, karena di sini manusia berada dalam posisi mendominasi. 

Sementara hubungan antarmanusia pasti lebih rumit, lantaran manusia memiliki ambisi masing-masing. Perbedaan cara berpikir ini, sejatinya adalah hal yang wajar dalam hidup. Lebih banyak manusia yang bisa mengkompromikan hal itu. Namun, Kleeman mencatat, di luar sana ada beberapa orang yang tidak bisa kompromi atas perbedaan dalam hubungan pasangan. 

Bagi beberapa orang yang menilai kompromi ini rumit, mereka bisa saja beralih untuk memilih robot seks. 

"Manusia itu rumit. Hubungan dengan manusia melibatkan kompromi, sementara hubungan dengan robot tidak melibatkan kompromi," kata Kleeman, dikutip Daily Star. 

Menurut Kleeman, beberapa pria yang memilih robot seks ini mulai terbiasa dengan hubungan tanpa berkompromi dan tidak harus memikirkan apa yang dipikirkan oleh orang lain. 

Keberadaan robot seks, disebutnya sedang melakukan definisi ulang cara manusia berinteraksi dengan pasangannya. Beberapa ada yang menilainya sebagai suatu hal negatif atau aneh, tetapi pada kenyataannya ada orang yang sudah memilih jalan tersebut. 

"Tanpa kita sadari, keberadaan manusia sedang didefinisikan ulang dengan cara yang tidak dapat ditentukan atau dikendalikan oleh siapa pun." 

Kleeman turut mewawancarai Roberto, seorang karyawan dari perusahaan pembuat robot seks Eden Robotics. Roberto bilang pernah membuat sebuah percakapan di forum internet atas pertanyaan robot seks ideal yang diinginkan para pria. 

Beberapa orang mengatakan bahwa yang perlu robot seks lakukan adalah memasak, membersihkan, dan melakukan hubungan seks kapan pun yang mereka mau. Di sini, terlihat jelas bahwa manusia mendominasi hubungan tersebut, dan manusia cenderung ingin dilayani. 

"Jika RealDoll (merek robot seks) saya bisa memasak, membersihkan, dan melakukan seks kapan pun saya mau, saya tidak akan pernah berkencan lagi," tulis seorang pria di forum internet. 

RealDoll adalah produk robot seks Abyss Creations, produsen robot seks terkemuka di dunia dan berbasis di San Diego, California, AS. Roberto berharap suatu hari nanti produk Eden Robotics bisa mengungguli RealDoll dengan terus mengembangkan teknologi kecerdasan buatan ke boneka agar bisa mendekati kemampuan manusia.

Related

Technology 9044698377666273707

Recent

item