Kisah Penjual Kue Keliling yang Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia


Kiat-kiat orang sukses mayoritas berasal dari warisan melimpah, pintar, sekolah ke jenjang paling tinggi, kerja keras, jujur, dan mungkin ada sederet lainnya. Tapi di antara semua kiat itu, yang paling jadi kunci adalah kerja keras dan kejujuran.

Bayangkan saja, bukankah untuk pintar dan bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi juga butuh kerja keras? Oke soal warisan, kalau tak dikelola dengan kerja keras dan jujur, sebanyak apa pun harta warisan pasti akan habis. Ya, kan?

Jadi kamu setuju ya, kalau kerja keras dan kejujuran jadi kunci utama kesuksesan? Kalau pun tak setuju, yuk kita tanya pada orang sukses yang sudah membuktikan itu. Kalau harta melimpah kita sepakati sebagai salah satu tanda kesuksesan, maka layak jika orang dengan kekayaan Rp 132,3 triliun ini kita sebut orang sukses.

Jangan salah, sebelum punya kekayaan sebanyak itu dan masuk daftar orang paling kaya dunia versi Majalah Forbes, dia tidak lahir dari keluarga konglomerat. Dia tak mewarisi harta berlimpah dari orang tuanya. Dia mengawali semuanya dari jualan biskuit dan permen keliling kampung, naik sepeda.

Jadi kalau kamu masih tidak yakin bahwa kerja keras dan kejujuran sebagai kunci utama meraih sukses, kamu harus bertanya pada orang ini. Namanya Eka Tjipta Widjaja. Sayangnya, Pak Eka sudah meninggal pada 26 Januari 2019. Saat itu usianya genap 98 tahun. 

Nah, karena kita sudah tak mungkin bertanya ke Pak Eka, maka simak saja bagaimana kisah dia bekerja keras dengan jujur, hingga bisa jadi salah seorang terkaya di dunia.

Bisa dibilang, biskuit dan permen yang dijual keliling kampung oleh Pak Eka, diperoleh tanpa modal. Dia mengambil dari toko lain, kemudian sore hari baru dia bayar berdasarkan biskuit dan permen yang laku terjual. Kalau Pak Eka tidak jujur, apa mau pemilik toko begitu saja kasih biskuit dan permen untuk dijual keliling kampung? Salah-salah dibawa kabur.

Nah, usaha itu dimulai Pak Eka pada tahun 1938. Dia berkeliling menggunakan sepeda untuk menjajakan dagangannya ke penjuru Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tak puas cuma dengan usaha itu, pria kelahiran Quanzhou, Fujian, China, pada 27 Februari 1921 itu juga pernah berjualan kopi hingga nasi ayam untuk tentara pendudukan Jepang di Pantai Losari, Makassar.

Naluri bisnis Pak Eka kayaknya memang kuat. Dia juga jualan minyak goreng, besi bekas, pembuat makam, hingga kopra. Terus dia langsung sukses? Ya tidak semudah itu! Namanya juga usaha, pasti ada naik turunnya. Bahkan beberapa kali bisnisnya bangkrut.

Usahnya baru berkembang, setelah dia merantau dari Makassar ke Surabaya. Di kota inilah dia memulai bisnis perkebunan kopi dan karet. Dari sini pula dia mulai mendirikan CV Sinar Mas, yang kini berkembang menjadi kelompok usaha besar dengan nama yang sama.

Pernah Utang Ongkos Taksi

Dari Surabaya, usaha Sinarmas berkembang ke Jakarta. Di ibu kota ini, kantornya berawal dari sebuah ruko kecil di kawasan Pasar Pagi, Jakarta Utara. Salah seorang karyawan pertama Sinarmas di Jakarta, Elly Romsiah, menuturkan usaha di Jakarta juga tidak tiba-tiba melonjak besar.

Waktu awal-awal bekerja di perusahaan Pak Eka, Elly menceritakan keadaan kantornya juga tak bagus-bagus amat. Malah sangat jauh dari nyaman. Salah satu masalah yakni kalau hujan deras, sering kali bagian atap ruko bocor.

Kondisi keuangannya juga sama saja. Kata Elly, kondisi bisnis dan keuangan perusahaan belum semaju saat ini. Bahkan kata Elly, Pak Eka seringkali ngutang hanya untuk sekadar membayar ongkos taksi.

"Kalau datang ke kantor, supir taksinya juga suka nunggu. Kadang uang Pak Eka enggak cukup untuk bayar ongkos taksi dari rumah ke kantor, kan. Tapi untungnya supir taksinya itu langganan, jadi dia mau dibayar besokannya," katanya.

Kok bisa? Ya itu tadi, karena Pak Eka jujur, jadi sopir taksi pun percaya saja kalau ongkosnya bakal dibayar.

Perusahaan Sinarmas yang didirikan Eka Tjipta memiliki enam pilar bisnis utama yang telah dikenal masyarakat. Mulai dari agrobisnis, agroindustri, properti dan perumahan, bank dan keuangan, hingga telekomunikasi.

Related

Business 1006039992013516897

Recent

Hot in week

item