3 Langkah Antisipasi Jika Sewaktu-waktu Kehilangan Pekerjaan


Menjadi pengangguran tentu saja kondisi yang muram, dan jika terlalu lama terjadi bisa memunculkan depresi.

Bahtera rumah tangga juga bisa jatuh dalam nestapa jika Anda sampai kehilangan nafkah. Sebab bagaimana anak dan istri akan bisa makan dan bayar biaya sekolah, kalau nafkah lenyap?

Lalu bagaimana kita harus mengantipasi potensi ancaman kehilangan pekerjaan dan penghasilan?

Jika saat ini Anda masih mendapatkan full income, alhamdulillah. Namun tidak ada salahnya, kita semua merajut langkah antisipatif jika kelak sewaktu-waktu kita harus kehilangan pekerjaan utama, dan menjadi barisan jobless.

Berikut tiga langkah antisipasi yang selayaknya diusung, sehingga kita siap menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.

Terus Menumbuhkan Skills dengan Nilai Jual Tinggi

Cara menguji apakah skills Anda mudah dijual atau tidak, adalah dengan menjawab pertanyaan: jika hari ini di-PHK, berapa lama bisa mendapatkan pekerjaan baru (dengan asumsi kondisi normal)?

Makin cepat, artinya skills Anda mudah dijual dan dipasarkan.

Dengan kata lain, karena skills Anda solid, akan banyak perusahaaan lain yang dengan senang hati meng-hire jika Anda kehilangan pekerjaan di perusahaan lama.

Sayangnya, banyak penganggur yang tidak memiliki skills yang mudah dipasarkan. Faktanya, mereka di-PHK justru karena memang skills-nya tidak begitu penting bagi perusahaan dimana ia bekerja. Alhasil, dia akan kesulitan mencari pekerjaan baru karena memang skills-nya murah dan tidak unik.

Ibarat produk, skills Anda akan laku keras kalau memiliki “diferensiasi” atau memang kualitasnya solid.

Punya skills yang mudah dijual juga akan membuat kita tidak grogi saat harus kehilangan pekerjaan.

Sebab, kita bahkan bisa menjual jasa keahlian (skills) yang kita miliki tanpa harus bekerja pada perusahaan lagi. Artinya, Anda bisa menjadi freelancers atau pekerja lepas yang murni dibayar per projek karena keahlian yang Anda miliki.

Maka, teruslah asah skills dalam bidang profesi atau pekerjaan Anda. Tumbuhkan skills khusus yang punya nilai jual tinggi dan mudah dipasarkan. Dengan bekal skills yang solid, kehilangan pekerjaan dari perusahaan saat ini sama sekali bukan masalah.

Punya Multiple Income Stream

Intinya, kita punya sumber pendapatan lebih dari satu. Selain misalnya punya penghasilan utama dari gaji, kita juga punya income sampingan yang lumayan bisa diandalkan.

Tentu saja akan sangat bagus kalau besarnya income sampingan itu minimal berkisar 50% dari gaji utama. Syukur suatu saat bisa sama angkanya.

Namun sebagai awalan, jumlah income sampingan dengan nilai 25% dari gaji utama, sudah lumayan oke.

Apa tujuan income sampingan? Agar saat kita kehilangan pekerjaan utama (dan penghasilan utama), kita masih bisa bertahan hidup.

Pelajarannya: maka usahakan agar kita punya sumber penghasilan lebih dari satu.

Dengan demikian, saat satu sumber penghasilan hilang, kita masih bisa melanjutkan perjalanan hidup, dan tidak harus terjebak utang sana-sini buat membiayai hidup.

Punya Dana Darurat

Langkah antisipasi yang terakhir ini intinya mengajak kita untuk menyiapkan dana darurat, persis untuk menghadapi kondisi sulit.

Selain mengandalkan income sampingan (multiple income stream), cara lain buat bertahan hidup adalah dengan memiliki cadangan dana darurat yang cukup memadai.

Idealnya, dana darurat jumlahnya sama dengan 6 bulan gaji atau penghasilan kita selama ini. Harapannya, saat kita kehilangan pekerjaan dan pendapatan tetap, kita bisa terus makan dan membiayai sekolah anak dengan dana darurat tersebut.

Tanpa adanya income sampingan, dan juga tanpa ada dana darurat, orang bisa mengalami kesulitan membiayai hidupnya.

Related

Career 3830300401396580632

Recent

item