Artis-artis Dunia yang Terkenal Suka Mengeluarkan Kata-kata Kasar


Curtiz Jackson atau yang lebih populer dengan nama 50 Cent, adalah rapper Amerika yang dikenal sering menyerapah (mengeluarkan kata-kata kasar), bahkan dalam karya-karyanya. Bahkan albumnya Guess Who’s Back masuk dalam 10 album rap paling banyak menggunakan kata-kata kasar sejak 1985 hingga 2013. Total kata-kata kotor itu sampai 591 dalam album tersebut.

Saat tampil di St. Kitts, Kepulauan Karibia, mulut 50 Cent terselip mengatakan “mutherfuckin” ketika menyanyikan lagu P.I.M.P. Di negeri itu, ada hukum yang melarang orang menggunakan kata-kata kasar di depan publik. Dan 50 Cent sudah diperingatkan tentang hal ini. Dalam laporan Rolling Stones, 50 Cent sempat ditahan sebelum akhirnya membayar denda $ 1.000.

Kena getah setelah ulah memaki juga pernah dialami Justin Bieber. Ia tak melakukannya di panggung, namun di sebuah bar di Munich, Jerman, pada September 2016 lalu. Bieber menolak difoto sejumlah penggemar-garis-kerasnya, dan memaki “You guys suck!” karena para penggemar tidak peduli dan tetap berusaha merekam sang idola.

Makian yang datang dari sang idola tentu saja membuat para penggemar kecewa. Efek samping dari makian Bieber rupanya datang tak lama kemudiam. Sebelum meninggalkan bar itu, seorang pria tak dikenal mendatangi Bieber dan memberikan bogem mentah. Bieber sempat kesulitan keluar dari pertikaian, sampai akhirnya si penyerang berurusan dengan pengawalnya.

Timothy Jay dan Kristin Janschewitz menuliskan serba-serbi swearing—alias menyerapahi dalam bahasa Indonesia—di Psychological Science, sebuah situs kesehatan jiwa. Salah satunya menjelaskan bagaimana respons yang ditimbulkan serapah. 

Dalam artikel berjudul “Sains dari Serapah” itu, dijelaskan kalau kata-kata serapah bisa mendapat bermacam respons, tergantung dalam penggunaannya. Misalnya respons positif ketika digunakan saat berkelakar, atau melawak. Kadang bahkan baik untuk mengelola emosi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Menilik penjelasan artikel tersebut, yang dilakukan 50 Cent dan Bieber adalah respons atas emosi yang mereka rasakan. Secara psikologis, makian adalah medium menyalurkan emosi dan membuat mereka lebih tenang. Ini membuat peran serapah bagus untuk orang yang mengeluarkannya; artinya, mengucapkan serapah sembarangan seperti di atas memang baik untuk 50 Cent sendiri.

Tapi, apakah ini juga sesuatu yang bagus untuk yang mendengar?

Serapah mengandung kemarahan dan punya tujuan merendahkan, seperti yang digambarkan penelitian Universitas Negeri Wright. Serapah berisi 21,83 persen kesedihan dan 16,79 persen kemarahan. Maka dalam keseharian, menyerapahi dipandang sebagai sesuatu yang buruk.

Bahkan penyanyi sekaliber Adele, yang sukses dengan lagu-lagu baladanya, dan punya jutaan penggemar, sempat dikritik karena kebiasannya berserapah. Adele memang dikenal sebagai pribadi yang ceplas-ceplos dan humoris. Kebanyakan serapahnya adalah bagian dari kelakar saat di atas panggung. Namun, penampilannya di Glastonbury, Inggris menuai protes.

The Mirror, media dari Inggris, menghitung sepanjang 90 menit dalam konsernya itu, Adele mengutuk 33 kali. Artinya ia menyerapahi satu kali setiap 2,7 menit.

Dalam laporan The Mirror, bahkan ada penonton yang berteriak: “Adele tolong berhenti cakap kotor, ada anak-anak di sini! Anda pasti tahu, barusan, kan, Anda sendiri memanggil satu anak ke panggung!”

Malam itu, Adele memang mengundang seorang bocah ke atas panggung. Mungkin hal inilah yang menjadi musabab kritik pada mulut ringan Adele. Padahal dalam konser-konsernya terdahulu, Adele juga kerap mengutuk. Bahkan saat ia dalam acara langsung di televisi.

Related

Celebrity 4411507211019454823

Recent

item