7 Novelis Klasik Rusia Paling Berpengaruh Sepanjang Masa

7 Novelis Klasik Rusia Paling Berpengaruh Sepanjang Masa

Rusia telah menghasilkan orang-orang terhebat di bidang sastra. Zaman keemasan puisi Rusia dimulai Alexander Pushkin, yang merupakan Bapak Sastra Rusia dan dijuluki sebagai Shakespeare Rusia. Setelah itu, zaman keemasan berbagai genre mulai berkembang dan populer di Rusia, mulai dari puisi, novel, dan cerita pendek hingga realisme.

Karya penulis Rusia bervariasi, dari romansa, satir, agama, dan politik. Banyak yang menulis otobiografi tentang kehidupan menarik mereka yang jadi sangat populer, sementara yang lain menulis tentang kondisi politik Uni Soviet dan perannya dalam perang dunia. 

Karya mereka telah diterbitkan dan diterjemahkan ke seluruh dunia, dan telah menarik banyak pembaca. Berikut adalah tujuh penulis Rusia terbesar sepanjang masa. 

1. Alexander Pushkin (1799-1837)

Pushkin adalah pendiri sastra puisi selama era keemasan puisi di Rusia. Ia memperkenalkan genre puisi dan novel romantis. Puisi pertamanya diterbitkan ketika dia masih remaja, dan dia segera terkenal di seluruh Rusia. Sedangkan karya prosa utamanya adalah novel berjudul Eugene Onegin, yang dianggap orang Rusia sebagai sumber literatur mereka. 

Eugene Onegin menjadi karya favorit Pushkin, dan karya tersebut menunjukkan dia berusaha mengubah dirinya dari penyair romantis menjadi novelis realis. Kehidupannya pun tak kalah dramatis dan heroik ketika dia meninggal saat dia menyerah pada lukanya dalam perkelahian dengan Georges-Charles yang mencoba merayu istrinya.

2. Ivan Turgenev (1818-1883)

Dia novelis dan penulis cerita pendek yang awalnya ditolak oleh banyak penerbit atas karyanya yang populer hingga saat ini, Father and Sons. Novel tersebut bahkan dianggap salah satu karya sastra terbaik di abad ke-19.

Namun karya pertama yang membuat namanya dikenal adalah A Sportsman’s Sketches, kumpulan cerita pendek yang ditujukan untuk mengkritik masyarakat Rusia di eranya, yang dipenuhi ketidakadilan dan kekejaman.

3. Fyodor Dostoyevsky (1821-1881)

Dostoyevsky adalah novelis Rusia, penulis cerita pendek, penulis esai, jurnalis dan filsuf. Konteks karya-karyanya kerap mengeksplorasi psikologi manusia, yaitu studi tentang perilaku dan pikiran, yang mencakup semua aspek pengalaman sadar dan tidak sadar serta pemikiran.

Meskipun lulus sebagai insinyur militer, ia mengundurkan diri dan bergabung dengan kelompok sosialis, tetapi kemudian ditangkap oleh polisi dan dikirim ke Siberia. Karena insiden yang mengubah hidup ini, ia menjadi penulis dan berbicara tentang pengalamannya di penjara lewat novel The House of Dead', The Insulted and the Injured, dan Winter Notes on Summer Impression. 

Dia akhirnya menjadi salah satu penulis Rusia yang paling banyak dibaca dan dihormati. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke lebih dari 170 bahasa.

4. Leo Tolstoy (1828-1910)

Count Lev Nikolayevich Tolstoy, lebih dikenal sebagai Leo Tolstoy, merupakan penulis Rusia paling fenomenal sepanjang masa. Dia adalah novelis dan penulis cerita pendek, tetapi di kemudian hari juga menulis beberapa drama dan esai.

Karyanya yang paling populer adalah War and Peace (1869) dan Anna Karenina (1877). Dia pertama kali terkenal karena trilogi semi-otobiografinya, Childhood, Boyhood, dan Youth (1852–1856), sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, dan Sevastopol Sketches (1855), berdasarkan pengalamannya dalam Perang Krimea.

Belakangan, dalam hidupnya, ia sangat dipengaruhi oleh ajaran etika Yesus dan mengalami krisis moral yang mendalam, yang mendorongnya untuk menerbitkan beberapa naskah agama. Selama beberapa hari terakhir hidupnya, dia secara mengejutkan berbicara tentang kematian, dan beberapa hari kemudian meninggal karena pneumonia.

5. Anton Chekhov (1860-1904)

Anthon Chekov diakui sebagai penulis fiksi pendek terbesar dalam sejarah. Dia awalnya seorang dokter. Tetapi, setelah tertarik pada sastra, dia mulai menulis dengan serius. Oleh karena itu, dia melanjutkan kariernya di bidang kedokteran serta menulis buku.

Dia pernah berkata, “Obat adalah istri saya yang sah, dan literatur adalah nyonya saya. Ketika saya bosan dengan yang satu, saya menghabiskan malam dengan yang lain.” Karyanya yang paling berpengaruh adalah The Seagull' dan Uncle Vanya.

6. Alexander Solzhenitsyn (1918-2008)

Dia adalah novelis, penulis, dan dramawan Rusia. Dia menggunakan karya-karyanya untuk menyebarkan kesadaran tentang Gulag, agen pemerintah Uni Soviet yang mengelola kamp kerja paksa. Karyanya yang paling terkenal termasukThe Gulag Archipelago dan One Day in the Life of Ivan Denisovich.

Solzhenitsyn dianugerahi Nobel Sastra pada 1970. Ia diasingkan dari Uni Soviet pada 1974 dan kembali ke Rusia pada 1994. Solzhenitsyn adalah ayah Ignat Solzhenitsyn, seorang konduktor dan pianis terkenal Rusia.

7. Mikhail Bulgakov (1891-1940)

Bulgakov adalah penulis, dokter, dan penulis drama yang aktif selama awal abad ke-20. Dia diklaim sebagai penulis paling kontroversial pada masanya, dan terkenal dengan sindirannya tentang masyarakat di Uni Soviet. 

Meskipun ia menerima pendidikan kedokteran, kecenderungannya pada sastra memikatnya untuk menjadi novelis. Karya terpentingnya adalah novel The Master and Margarita.

Dalam sasta dunia, Rusia menjadi salah satu tonggak berkembangnya sasta di Eropa. Kontribusi yang diberikan para penulisnya menyoal berbagai permasalahan yang terjadi di abad ke-19, menginspirasi penulis lainnya untuk memberikan kontribusi yang sama, bahkan melebihi. 

Related

Figures 543353600589329316

Recent

item