Mengapa Tuhan Menciptakan Orang Jahat dan Berdosa? (Bagian 1)

Mengapa Tuhan Menciptakan Orang Jahat dan Berdosa?

Mengapa Tuhan menciptakan orang jahat yang menurut-Nya berdosa? Padahal Dia tahu orang jahat pasti akan masuk neraka. Mengapa Tuhan menciptakan manusia jika sudah tahu takdir manusia itu sendiri?

Bukan sekedar tahu, tapi bahkan menakdirkannya.

Islam mengajarkan bahwa segala kejadian di alam semesta sudah ditakdirkan sejak sebelum terbentuknya alam semesta berikut seluruh kronologisnya. Oleh karena perbuatan manusia juga termasuk kejadian, maka seluruh perbuatan manusia tidak terkecuali juga terjadi atas kehendak-Nya.

“Dan Allah telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat” (QS. As Shafaat 96)

Meyakini Allah tidak menciptakan perbuatan manusia sama saja meyakini bahwa ada pencipta lain di alam ini selain Allah, dalam hal ini manusia itu sendiri. Ini dianggap salah satu bentuk kesyirikan yang bertentangan dengan ketauhidan. 

Imam al Bukhari bahkan pernah menulis satu buku khusus berjudul “Khalqu Af’alil Ibaad” (Penciptaan Perbuatan-perbuatan Manusia). Di dalamnya al Bukhari secara komprehensif memaparkan berbagai dalil yang menunjukkan bahwa perbuatan manusia adalah ciptaan Allah.

Seorang muslim percaya bahwa setiap kejadian di alam semesta, besar atau kecil, berkaitan dengan perbuatan manusia atau tidak berkaitan, semuanya sudah ditetapkan dalam al-Lauh al-Mahfuzh dan tidak pernah berubah.

Apakah itu berarti seseorang telah ditakdirkan menjadi orang jahat kemudian dimasukkan ke dalam neraka?

Benar. Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rejekinya, ajalnya, amal perbuatannya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. 

“Demi Allah yang tiada berhak disembah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta. Akan tetapi ketetapan (takdir) telah mendahuluinya. Dia pun akhirnya melakukan perbuatan ahli neraka, maka masuklah dia ke dalam neraka. 

“Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta. Akan tetapi ketetapan (takdir) telah mendahuluinya. Dia pun akhirnya melakukan perbuatan ahli surga, maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini artinya perbuatan manusia pun sebenarnya telah ditakdirkan. Dalam hadits lain dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Tidaklah setiap orang di antara kalian kecuali telah ditetapkan tempatnya di neraka dan di surga.” (HR. Bukhari no. 4949)

Jika memang sudah ditetapkan, untuk apa berusaha jadi orang baik?

Tunggu dulu, hadits di atas masih ada lanjutannya.

Setelah mendengan ucapan Nabi itu, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kalau begitu kita tinggalkan saja amal perbuatan dan bersandar pada takdir?” 

Beliau menjawab, “Beramallah, karena tiap-tiap orang akan dimudahkan untuk apa yang menjadi tujuannya.” (HR. Bukhari no. 4949)

Untuk dipahami juga bahwa tujuan akhir setiap manusia ditetapkan berikut dengan sebab-sebabnya. Ini karena ketika menciptakan akibat, Allah subhanahu wataala juga menciptakan sebabnya. 

Seseorang yang ditakdirkan menjadi orang sukses akan ditakdirkan pula menjadi orang yang giat bekerja. Seseorang yang ditakdirkan masuk surga, akan ditakdirkan di dunia menjadi manusia yang baik. Seorang yang ditakdirkan masuk neraka, akan ditakdirkan pula di dunia menjadi manusia yang buruk.

Apakah ini bertentangan dengan konsep “kehendak bebas”?

Ya dan tidak. Ya, bertentangan, karena perbuatan dan kehendak manusia memang telah ditakdirkan. Tidak bertentangan, karena kenyataanya manusia juga diberi kehendak dan diberitahu konsekuensi dari tiap-tiap pilihan yang diambil. Namun, semua kehendak manusia tidak keluar dari apa yang telah ditetapkan dan dikehendaki oleh Allah.

“Tidaklah kalian berkehendak kecuali jika Allah Tuhan semesta alam menghendakinya.” (QS. At Takwir 29)

Baca lanjutannya: Mengapa Tuhan Menciptakan Orang Jahat dan Berdosa? (Bagian 2)

Related

Moslem World 4865943058295581107

Recent

item