Penutupan Lokalisasi Bukan Solusi, Malah Makin Sebarkan HIV

Penutupan Lokalisasi Bukan Solusi, Malah Makin Sebarkan HIV

Di banyak daerah, lokalisasi atau tempat pelacuran dibubarkan karena dianggap tempat maksiat. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) keberatan, sebab hal itu justru membuat para pekerja seks susah dikontrol, dan makin berisiko menularkan Human Imunnodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS.

Pembubaran tempat-tempat pelacuran atau lokalisasi kembali marak menjelang musim Pemilihan Kepala Daerah, karena banyak calon bupati mulai cari muka. Dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH mengatakan, pada musim-musim seperti itu banyak yang ingin terkesan suci dengan memerangi pekerja seks.

"Kemarin saya baru koordinasi dengan KPA dari 33 provinsi, banyak yang mengeluh karena beberapa calon kepala daerah sering ditekan untuk menutup lokalisasi," kata Nafsiah.

Nafsiah mengatakan, selama ini penutupan lokalisasi tidak pernah memberikan solusi dalam penanggulangan HIV dan AIDS. Ketika lokalisasi Kramat Tunggak di Jakarta dan Dolly di Surabaya ditutup, edukasi dan sosialisasi tentang penggunaan kondom serta perilaku seks yang aman jadi lebih sulit dilakukan.

Meski sebagian lokasi bekas tempat pelacuran telah diubah menjadi pusat-pusat keagamaan, pada kenyataannya keberadaan para pekerja seks maupun pelanggannya tidak pernah hilang. Justru makin sulit dikontrol, karena transaksi seks berpindah ke jalanan, kafe-kafe, dan bahkan di beberapa tempat di Jawa Barat malah di rumah-rumah warga.

"Yang dibutuhkan para pekerja seks itu uang, apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. Dan mereka selalu dicari, itu masalahnya. Meski lokalisasi dibubarkan, para pelanggan tetap akan mencari, sehingga pekerja seks akan selalu ada meski lokalisasi dibubarkan," kata Nafsiah.

Nafsiah menilai, dalam jangka panjang, penutupan lokalisasi di banyak daerah menjadi ancaman serius bagi penanggulangan HIV dan AIDS. Data KPAN menunjukkan, beberapa daerah yang telah membubarkan lokalisasinya seperti Jakarta dan Jawa Barat justru mengalami peningkatan dalam hal angka penularan HIV.

Related

Indonesia 5194329945867597891

Recent

item