Perjalanan Uang di Dunia, dari Barter dan Emas sampai Lembaran Kertas

Perjalanan Uang di Dunia, dari Barter dan Emas sampai Lembaran Kertas

Dulu masyarakat melakukan barter, tapi banyak masalah dengan barter. Lalu diciptakan sebuah mata uang dari bahan yang sulit didapatkan. Dalam banyak budaya, emas dan perak. Perak di India menjadi Rupee dan diadaptasi di Indonesia menjadi Rupiah.

Tapi penyimpanan kekayaan dalam bentuk emas saja tidak cukup, karena akan membatasi pergerakan ekonomi. Lalu badan yang disetujui dan diawasi pemerintah mengeluarkan "sertifikat" pengganti mata uang yang kita kenal sebagai uang kertas atau logam yang kita pakai sehari-hari. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, kekayaan anda sekarang hanyalah berupa angka di komputer yang namanya ledger. Anda memakai rupiah dan menyimpan rupiah karena anda percaya bahwa pemerintah akan menjaga nilai rupiah supaya kekuatan pembelian (purchasing power) anda bertahan.

Jadi, mata uang ini adalah perjanjian antara negara dan pemegang, bahwa pemegang uang bisa mendapatkan barang atau jasa senilai angka yang tertera di mata uangnya.

Kepercayaan ini yang dinamakan fiat currency atau mata uang berbasis kepercayaan. Anda percaya bahwa nilai kertas ini dijamin oleh pemerintah NKRI. Kertasnya sendiri berapa nilainya? Nol!

Makanya pemerintah tidak bisa mencetak uang sebanyak-banyaknya karena bakal jadi inflasi. Kalau terlalu banyak rupiah yang beredar, maka kekuatan pembelian rupiah pun akan menurun.

Related

Money 3331126980662031110

Recent

item