Sisi Gelap Jepang yang Masih Jarang Diketahui

Sisi Gelap Jepang yang Masih Jarang Diketahui

Di Jepang, ada budaya minum minuman beralkohol atau biasa disebut sake. Ini sudah sangat biasa, karena menurut undang-undang Jepang siapa pun yang sudah berusia 20 tahun sudah dianggap dewasa, dan legal untuk mengonsumsi minuman beralkohol. 

Maka jangan heran kalau dari yang masih muda, bapak-bapak, sampai orang tua bisa nomikai dan mabuk-mabukan, laki-laki maupun wanita, dan apa pun latar belakangnya. Pengangguran, orang biasa, pekerja, pemimpin atau bos, artis, public figure, politisi, bahkan dosen. 

Cukup mengejutkan, tapi di sana ini hal yang biasa karena itu bukan aib atau hal yang dapat merusak image seseorang. Namanya juga sudah menjadi budaya, maka tidak ada yang dianggap salah.

Kalau berkunjung ke Tokyo, terlebih di kawasan-kawasan seperti Shibuya, Akihabara, apalagi Kabukicho saat larut malam, pemandangan orang tertidur dan tepar di mana-mana sudah biasa. Mulai dari trotoar, emperan toko, di dalam stasiun, di dalam kereta, pokoknya dimana saja. Memang tidak merugikan orang lain secara langsung, tapi cukup membuat repot beberapa orang.

Bagaimana tidak? Tidak jarang sampai ada yang muntah, yang pastinya bukan muntah di WC atau kantong plastik, melainkan di mana saja. Namanya orang mabuk, kesadarannya cuma setengah, jadi membuat kotor di mana-mana. 

Bukan cuma muntahan, sampah-sampah orang yang mabuk jadi berserakan dimana-mana. Ini cukup merusak image negara Jepang, dan mungkin bisa disebut sebagai salah satu dark side.

Saat larut malam, Tokyo benar-benar kotor, sampah berserakan di mana-mana, dan muncul pemandangan malam yang tidak kita lihat ketika pagi hingga sore hari.

Related

International 3442941922321325796

Recent

item