Cara Menghindari Emosi Negatif agar Jiwa Selalu Tenang dan Tenteram (Bagian 2)

Cara Menghindari Emosi Negatif agar Jiwa Selalu Tenang dan Tenteram

Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Cara Menghindari Emosi Negatif agar Jiwa Selalu Tenang dan Tenteram - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Cara kedua untuk mengindari emosi negatif adalah melakukan reframing dan menumbuhkan sikap apresiatif.

Reframing dan sikap apreasiatif intinya adalah mengajak kita untuk melihat sisi positif dari setiap masalah yang muncul. Sebab di balik setiap masalah yang mudah memicu emosi negatif, sejatinya juga terdapat sisi positif yang bisa digali dan dijadikan sumber solusi. Apa pelajaran positif yang bisa dipetik dari masalah yang membuat kita kecewa atau sedih.

Fokus pada pelajaran positif dari sebuah masalah (entah masalah dalam pekerjaan, keuangan, bisnis atau masalah pribadi) akan membuat jiwa kita lebih resilien dan mendorong untuk menemukan solusi yang lebih baik.

Sebaliknya, terlalu fokus pada dimensi negatif dari sebuah masalah, dan kemudian malah memikirkannya secara terus menerus aspek negatif itu, justru akan membuat kita makin sedih dan kecewa.

Sikap apresiatif juga perlu ditumbuhkan. Sikap ini adalah ikhtiar kita untuk mengapresiasi hal-hal atau kejadian positif yang terjadi di sekeliling, betapapun kecilnya kejadian ini. Tumbuhkan atensi pada beragam kejadian atau peristiwa sederhana dalam keseharian Anda yang perlu diapresiasi dan disyukuri.

Sikap apresiatif akan mendorong kita untuk fokus melihat “positive sides of life”, dan ini akan amat bagus bagi ketenangan jiwa kita.

Sebaliknya, jiwa kita mudah mengalami kekecewaan, kemarahan atau kepedihan saat pikiran kita terlalu fokus pada “negative sides of life”. Kita juga mudah sinis dan nyinyir jika dalam hati kita tertanam insting untuk selalu melihat kejelekan dan keburukan pada sebuah kejadian atau pada orang lain. 

Dan sungguh, emosi negatif semacam ini amat buruk bagi penguatan daya resiliensi kita. Saat sikap nyinyir, sinis atau iri dan dengki yang lebih sering muncul dalam hati, maka energi negatif ini akan menurunkan daya kegigihan dan keuletan kita dalam menghadapi aneka tantangan dan masalah.

Cara ketiga untuk menghindari emosi negatif adalah mengurangi ekspos terhadap serbuan informasi negatif.

Di era ledakan informasi online dan media sosial, kini kita terlalu mudah terekspos aliran informasi yang memantik emosi negatif.

Tak jarang, melalui media online atau media sosial yang kita ikuti, kita terpapar beragam konten informasi yang mudah memantik emosi negatif seperti kemarahan, kekecewaan atau kesedihan. Berita atau informasi yang mengandung aura kemarahan dan kebencian juga mudah viral, sehingga kita sering terpapar dengan jenis konten seperti ini.

Demikian juga dengan informasi yang sarat aura sinisme atau nyinyir tentang beragam hal. Sering kita melihat komentar negatif bernada sinis berlebihan semacam ini pada media sosial yang kita ikuti. Rendahnya sikap apresiatif, dan insting ingin selalu melihat keburukan orang lain – membuat konten bernada nyinyir cukup marak di berbagai kolom komen media sosial (entah di Instagram, Youtube ataupun Twitter dan Facebook).

Menyimak dengan seksama konten yang memantik emosi negatif, kelihatannya sepele. Dan banyak orang malah mungkin menikmatinya. Namun jika hal ini terus dilakukan secara berulang, tenyata memberikan efek buruk yang merusak ketenangan batin dalam diri kita. 

Riset-riset saintifik membuktikan, aktivitas semacam ini secara halus dan pelan bisa menurunkan kekuatan grit dan daya resiliensi dalam jiwa kita. Terlalu sering terpapar aneka konten negatif semacam ini akan pelan-pelan menurunkan daya kegigihan dan konsistensi kita dalam melakukan action.

Cara untuk menghindari paparan konten negatif semacam itu mudah. Secara aktif misalnya kita bisa unfollow atau unfriend akun-akun yang acap menyebar konten dengan aura negatif dan tidak berfaedah bagi ketenangan jiwa.

Jika kita menjumpai aneka konten negatif, sebaiknya secara aktif mengabaikan konten-konten semacam itu. Bukan malah menyimaknya dengan penuh emosi dan lalu ikut-ikutan share. Sebab, sekali lagi, jika kita sering melakukan hal semacam ini, dalam jangka panjang ketenangan jiwa kita akan terganggu. Dan ini berdampak buruk bagi kekuatan grit dan daya resiliensi dalam diri kita.

Skip and move on. Begitu mungkin slogannya, setiap kali kita secara tak sengaja melihat aneka informasi online yang isinya memantik emosi negatif.

Demikianlah tiga cara praktikal untuk menghindari dan mengelola emosi negatif yang acap menyergap keseharian yang kita jalani – baik dalam kehidupan fisik nyata ataupun dalam kehidupan online kita.

Seringkali kita terjebak dalam emosi negatif ini, antara lain emosi kesedihan, kekecewaan, kemarahan, hingga rasa sinisme berlebihan. Layak digarisbawahi, emosi-emosi negatif semacam ini ternyata memberikan dampak buruk bagi penguatan grit dan daya resiliensi dalam diri kita.

Studi-studi saintifik telah membuktikan, saat kita terlalu sering mengalami emosi negatif, maka ketangguhan mental, kegigihan dan ketekunan kita dalam mengejar impian yang kita angankan jadi makin pudar.

Related

Inspiration 1683023207601244165

Recent

item