Dolphin Language Experiment, Percobaan Ilmiah yang Mencengangkan

Dolphin Language Experiment, Percobaan Ilmiah yang Mencengangkan

Pada 1985, seorang neuroscientist (ilmuwan yang mempelajari saraf) bernama John Lilly ingin menguji kemampuan lumba-lumba untuk belajar berbicara dengan manusia.

Pada era itu, salah satu teori terkenal dari perkembangan bahasa manusia adalah anak-anak belajar berbicara dengan kontak konstan dengan ibu mereka. Rekan John Lilly, Margaret Howe, dipercaya untuk merawat seekor lumba-lumba muda dan mengajarkannya basic English.

Rumah setengah tenggelam dibuat, sehingga Margaret dan lumba-lumba tersebut bisa berinteraksi dengan lebih mudah. Lumba-lumba itu, dinamai Peter, memiliki kelas belajar setiap hari.

Tapi secara tiba-tiba eksperimen ini berubah menjadi sulit dan sangat buruk.

Peter mencapai kematangan seksual.

Perilakunya berubah jadi kasar, dia menggunakan hidung dan siripnya untuk memukul "ibunya" di tulang kering, karena Margaret menolak untuk berhubungan seksual dengannya, mengakibatkan banyak memar di tubuh perempuan tersebut.

Hewan itu tidak lagi memiliki ketertarikan dengan pelajaran bahasa Inggris, dan para ilmuwan saling berkonsultasi untuk memecahkan masalah ini. Sebuah solusi ditemukan dengan cepat, dan Peter kemudian dibawa keluar dan dipertemukan dengan lumba-lumba betina, sehingga dia bisa memuaskan nafsunya, semacam kunjungan suami istri yang singkat.

Tapi para peniliti khawatir kalau kontak yang terlalu dekat dengan anggota sepesiesnya akan membuatnya melupakan progress yang telah ia buat dengan Margaret.

Kembali ke rumah tersebut, perilaku Peter berubah, dia jadi lebih lembut. Alih-alih menyodokkan hidungnya ke tulang kering Margaret, ia sekarang dengan lembut mengesekkan hidungnya ke kakinya, dan kemudian memamerkan penisnya ke Margaret.

Strategi terakhir ini berhasil, Margaret mulai menggosok penis lumba-lumba tersebut dengan tangannya untuk memuaskan nafsu Peter. 

Anehnya, setelah itu, Peter jadi sangat kooperatif di kelas.

Tapi penelitian ini memakan dana yang tidak sedikit, dan hasilnya tidak memuaskan, jadi John ingin mempercepatnya. Jadi sangat masuk akal saat dia memberikan LSD pada Margaret dan Peter.

Tidak lama setelah pemberian LSD itu, John kehabisan dana untuk melanjutkan penelitiannya.

Tapi, sepertinya, lumba-lumba itu dan Margaret memiliki "perjalanan" yang bagus.

Sedihnya, setelah mereka kehabisan dana, mereka mengirim Peter ke kebun binatang. Margaret serta John pindah, dan Margaret tidak mengunjungi Peter lagi. Peter jadi depresi, tidak mau makan, dan beberapa hari kemudian dia bunuh diri dengan cara menolak untuk bernapas. 

Lumba-lumba dapat memutuskan untuk tidak bernapas, tidak seperti manusia. Makhluk malang ini patah hati karena Margaret meninggalkannya, padahal Peter mencintainya. Itulah kenapa kalian tidak boleh berhubungan secara seksual dengan lumba-lumba, mereka akan kebingungan dan berpikir bahwa itu adalah cinta.

Related

Science 6212581539563564675

Recent

item