Hidup Bukan Hanya Tentang Dirimu Sendiri, Jadi Jangan Egois

Hidup Bukan Hanya Tentang Dirimu Sendiri, Jadi Jangan Egois

Apa yang kita lakukan, akan menentukan bagaimana kehidupan yang dijalani, baik saat sekarang, maupun di masa depan. Dan tindakan tersebut umumnya diwarnai ego diri masing-masing. Jadi, memiliki ego adalah sesuatu yang normal.

Sebagian orang mampu mengendalikan egonya, sehingga tak asal bertindak. Tapi, ada pula, saking terlalu besar egonya, tindakannya pun tak dipikir panjang. Pokoknya, asal diri sendiri senang!

Ego yang terlalu besar perlu diwaspadai, karena bisa menghancurkan hidup. Dan berikut ini, beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan. 

1. Tak pernah merasa cukup

Sesuatu yang wajar saat kamu menginginkan hal-hal baik, misalnya karir melejit, harta melimpah, dan lain-lain. Yang tidak normal, ketika kamu tak bisa merasa puas.

Rasa tidak puas ini yang sangat berbahaya, dan bisa jadi pertanda kalau hidupmu sudah dikendalikan ego. Meski sudah kaya-raya, tapi masih merasa kurang juga. Akhirnya untuk menambah harta, jalan apa pun ditempuh. Tak peduli jika hal tersebut merugikan banyak orang, perbuatan korupsi contohnya.

2. Sangat benci melihat ada orang lain sukses

Saat kamu sudah dikuasai ego, tak bisa bahagia ketika melihat orang lain sukses. Apalagi jika itu rival, dan merasa bahwa sukses yang dia raih harusnya menjadi milikmu. Ini umumnya terjadi di persaingan bisnis atau lingkungan kerja.

Hati-hati, kalau kamu melihat rekan kerjamu dapat promosi, dan merasa iri bahkan benci. Itu menandakan egomu sudah kelewat tinggi!

Cobalah untuk menekannya dengan tetap berusaha memberi selamat pada rivalmu, sambil terus meyakinkan diri bahwa kamu bisa meraih sukses seperti yang lain. Jalan menuju kesuksesan bukan cuma dari satu pintu aja, kan?

3. Selalu bersikap defensif

Tak ada yang salah ketika kamu berusaha mempertahankan pendapat berdasarkan keyakinan atau prinsip yang kamu pegang. Asalkan tetap bersikap terbuka, bahwa orang lain juga wajar jika punya prinsip atau pendapat yang tak sejalan.

Kamu mesti waspada jika selama ini sulit menerima kritik atau perbedaan cara pandang. Hal tersebut bisa menandakan egomu sudah kelewatan. Karena orang yang memiliki ego berlebihan kerap memandang saran orang lain, atau perbedaan pemikiran, sebagai 'serangan'. Makanya, sikapmu jadi defensif. Itu tak baik. Orang jadi sebal berkomunikasi denganmu.

4. Sangat individualis

Orang yang egois melihat segala sesuatu berdasarkan perhitungan keuntungan yang akan dia dapat. Makanya, kamu patut mengevaluasi diri kalau selama ini bersikap sangat individualis, tak mau berkorban atau menolong orang lain.

Tak hanya itu, kamu pun tak merasa bersalah untuk mengambil hak orang lain. Berbagai pembenaran kamu lontarkan yang hakikatnya kamu tak mau rugi dan hanya memikirkan keuntungan diri sendiri.

5. Membuat goals yang kelewat tinggi

Setiap orang berhak memiliki cita-cita setinggi apa pun. Hanya saja, ketika ingin diwujudkan dalam action plan, harus realistis. Tujuan yang tinggi mesti di-breakdown jadi tujuan-tujuan kecil yang bisa diraih.

Orang yang egonya besar sulit melakukan ini. Tujuan dibuat setinggi mungkin, demi pride yang dia punya. Akhirnya tak tercapai, karena tak masuk akal. 

Perbaiki hal-hal tadi, karena jadi sinyal kuat ego yang kamu miliki sudah berlebihan. Dan tanpa sadar, sikap-sikap di atas selama ini sudah merusak berbagai lini kehidupanmu.

Related

Psychology 7138077001420826258

Recent

item