Misteri Hilangnya Perangkat Radioaktif Berbahaya di Malaysia

Misteri Hilangnya Perangkat Radioaktif Berbahaya di Malaysia

Naviri Magazine - Radioaktif adalah bahan yang berbahaya, karena dapat memaparkan radiasi yang berpengaruh pada kesehatan orang yang terpapar. Selain itu, radioaktif juga bisa digunakan sebagai senjata berbahaya, jika berada di tangan orang yang tepat, yaitu yang mampu memanfaatkannya. Benda semacam itu bisa jadi diincar pihak-pihak tertentu yang ingin memilikinya.

Kini, Malaysia sedang waspada, karena menghadapi kasus hilangnya perangkat radioaktif yang lenyap dari truk yang mengangkutnya. Pihak berwenang mengatakan, zat radioaktif di dalam perangkat radiografi itu dapat menyebarkan kontaminasi berbahaya, jika dibongkar dengan tidak semestinya. Karenanya, mereka masih terus mencari dan memburu perangkat radioaktif yang hilang tersebut.

Muncul juga kekhawatiran jika jatuh ke tangan yang salah. Dengan kata lain, benda itu bisa digunakan sebagai bagian dari senjata, yang juga dikenal sebagai bom kotor.

Pihak berwenang telah mengonfirmasi hilangnya perangkat itu, tetapi menyatakan bahwa "semuanya terkontrol".

Benda yang hilang itu biasanya digunakan dalam radiografi industri. Pemiliknya adalah perusahaan yang melakukan tes, kalibrasi, dan inspeksi, untuk perusahaan minyak dan gas, dan perusahaan industri berat lainnya.

Tabung logam besar seberat 23 kg dilengkapi dengan pegangan itu dilaporkan sering digunakan untuk melihat retakan pada logam.

Benda itu berisi isotop radioaktif iridium-192 yang dapat menyebabkan paparan radiasi. Meski begitu, benda ini bisa juga digunakan sebagai senjata, jika dikombinasikan dengan alat peledak konvensional.

Betapa pun, apakah iridium yang hilang itu memang bisa digunakan membuat apa yang disebut bom kotor, tergantung pada seberapa banyak zat itu di dalam perangkat.

Kemungkinan fatal

Menurut Badan Energi Atom Internasional, iridium-192 dapat menyebabkan cedera permanen, jika penanganannya dilakukan beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar. Hal ini juga dapat berakibat fatal jika orang berada di dekatnya selama berjam-jam atau berhari-hari.

Inspektur Jenderal Polisi, Mohamad Fuzi Harun, mengatakan insiden serupa terjadi tahun lalu, dan belum ada informasi mengenai alat yang hilang itu juga, tulis kantor berita Bernama.

Polisi dan media sudah mengungkapkan rincian bagaimana perangkat itu dibawa di bagian belakang sebuah truk di Kuala Lumpur. Perangkat itu sebelumnya digunakan di sebuah situs di pinggiran kota, dan kemudian dibawa ke lokasi lain.

Namun, setelah tiba di lokasi, pengemudi melihat perangkat itu sudah hilang. Sopir dan asistennya diinterogasi, tetapi sudah dibebaskan. Ada spekulasi bahwa perangkat itu mungkin telah dicuri, atau jatuh dari mobil saat melaju.

Seorang perwira polisi mengatakan, mereka langsung melakukan penyelidikan tanpa memaparkan rinciannya, lapor media setempat.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Azis Jamman, membenarkan terjadinya peristiwa itu, tetapi bersikeras bahwa "semuanya sudah berada di bawah kendali".

Related

International 1074356300773728475

Recent

item