Standar Kecantikan Bisa Menyebabkan Orang Tertekan

Standar Kecantikan Bisa Menyebabkan Orang Tertekan

Untuk sebagian orang, standar kecantikan dapat menjadi sesuatu yang memotivasi mereka untuk terlihat sedemikian rupa, dan memberi mereka kepercayaan lebih terhadap diri mereka sendiri. Untuk sebagiannya lagi, standar kecantikan bisa menjadi suatu tekanan bagi mereka, di mana mereka merasa harus memenuhi standar yang ada, yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan mental mereka sebagai individu. 

Lebih jauh, dengan adanya standar kecantikan yang ditetapkan masyarakat, tidak jarang dapat membuat seseorang mudah membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain yang telah memenuhi standar kecantikan yang ada. Jika dilihat dari filsafat empirisme, hal ini berkaitan dengan impression (kesan). 

Ketika memiliki kesan terhadap sesuatu, seseorang kemudian akan menciptakan gagasan dari kesan tersebut. Kendati demikian, kesan dan gagasan yang ditimbulkan tidak melulu merupakan hal-hal baik. Di beberapa kesempatan, seseorang cenderung mendapatkan kesan yang kemudian menimbulkan gagasan buruk, entah bagi dirinya sendiri atau orang lain, sebagai pengamat persepsi penginderaan.

Tidak hanya membuat orang mudah membanding-bandingkan dirinya setelah mendapatkan suatu kesan tertentu, standar kecantikan juga cenderung membuat seseorang rela melakukan apa saja untuk mencapai gagasan atau konsepsi yang ada terkait kecantikan. 

Seperti orang-orang di Jepang yang menyukai gigi gingsul. Sehingga, tidak heran, bila mereka melakukan Yaeba, sebuah prosedur menambahkan gigi di atas gigi asli untuk membuatnya terlihat seperti gigi gingsul.

Related

Beauty 2426934719428049733

Recent

item