Kisah Holywings, Berawal dari Jual Nasgor Kini Sukses Jadi Bar Terkenal

Kisah Holywings, Berawal dari Jual Nasgor Kini Sukses Jadi Bar Terkenal

Disegelnya kelab malam Holywings membuat sang pemilik kini ikut disorot. Sebelumnya banyak yang mengira bahwa kelab malam Holywings adalah milik Hotman Paris hingga artis Nikita Mirzani. Namun belakangan, pemilik asli kelab malam Holywings akhirnya terungkap. 

Siapa sangka, pemilik Holywings ternyata seorang anak muda bernama Ivan Tanjaya. 

Perjuangan Ivan Tanjaya membuat Holywings menjadi salah satu kelab malam yang hits rupanya tak mudah. Melansir dari LinkedIn-nya, Ivan Tanjaya lahir di Palu, Sulawesi Tengah. Usianya saat ini 33 tahun namun belum diketahui pasti kapan tanggalnya.

Untuk pendidikan, ia merupakan lulusan Raffles Academy dalam bussines administration and management general, Beijing China. Ia merupakan Co-Founder Holywings. 

Bagaimana berdirinya Holywings?

Holywings didirikan oleh PT Aneka Bintang Gading pada tahun 2014 dengan Ivan Tanjaya sebagai co-founder. Hingga saat ini, Holywings memiliki tiga jenis usaha, yakni Holywings Bar, Holywings Club, dan Holywings Restaurant.

Yang kini tengah tersangkut masalah hukum adalah Holywings Bar. Satu di antara usaha milik Holywings yang memberikan promo minuman alkohol gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria.

Holywings didirikan oleh PT Aneka Bintang Gading pada tahun 2014. Di sisi lain, Holywings juga bakal melakukan ekspansi bisnis dengan membuka outlet baru di seluruh Indonesia. Namun sayang, kini 12 outlet Holywings justru terpaksa dicabut izinnya oleh Pemerintah DKI Jakarta. 

Seperti diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan menyegel 12 outlet Holywings di wilayah Jakarta. Penyegelan dilakukan menyusul dicabutnya izin usaha di 12 outlet Holywings Jakarta. 

Sebelumnya, Holywings menjadi sorotan usai promosi minuman keras yang mengundang kontroversi. Pasalnya kelab malam kenamaan itu promosi minuman keras gratis bagi pengunjung yang bernama Muhammad dan Maria. 

Tak pelak hal itu membuat Holywings dikecam habis-habisan karena dianggap promosi mereka mengandung unsur SARA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian melakukan penijauan lapangan bersama sejumlah dinas terkait dan jajaran Satpol PP. 

Ditemukan bahwa beberapa gerai Holywings di Jakarta terbukti belum memiliki sertifikat jenis usaha bar yang telah terverifikasi. 

Di tengah polemik bisnis miliknya, Ivan Tanjaya rupanya melalui berbagai lika-liku sebelum meraih kesuksesan dengan Holywings. Ivan Tanjaya menceritakan awal mula berdirinya brand tersebut yang ternyata berawal dari kedai nasi goreng. 

Menempuh pendidikan di Beijing, China, Ivan beberapa kali gagal membangun bisnis properti hingga kargo. Ia lantas kembali ke Tanah Air dan mendirikan kedai nasi goreng bernama Kedai Oppa di Kelapa Gading, Jakarta. 

Sayangnya bisnis itu hanya bertahan selama 3 bulan karena terus mengalami kerugian, namun ia tak menyerah. Ia terus memutar otak dan teringat sebuah bar di Beijing yang kerap dikunjungi saat berkuliah di Negeri Tirai Bambu yang menggunakan live music untuk menarik kedatangan pengunjung. 

Di tahun 2014-2015, Ivan menggandeng beberapa temannya untuk mendirikan bar pertama yang menampilkan live music setiap harinya dengan harga termurah di Kelapa Gading. Sedangkan pada saat itu bar di wilayah Kelapa Gading selalu menarik pengunjung dengan penampilan seorang disk jockey (DJ). 

"Holywings tercipta karena gue banget, gue seneng nyanyi, makan, dan minum," ujar Ivan, dikutip dari akun YouTube Holywings. 

Minggu-minggu awal berdiri, Holywings ternyata masih sepi pengunjung dan baru setelah dua bulan berjalan dipenuhi pengunjung tiap malamnya. Melihat antusiasme pengunjung, sembilan bulan berikutnya, Ivan bersama rekan lainnya memutuskan membuka Holywings di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. 

Saat ini ada 18 outlet Holywings yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia, dan Ivan mengatakan dirinya akan melakukan ekspansi bisnis ke Bali bahkan luar negeri. 

"Target outlet Holywings di 2022 ada 72 cabang," kata Ivan. 

Tak main-main, Holywings akan membangun outlet baru yang berada di kawasan Canggu, Bali dengan luas 3 hektar. 

"Rumus kita apa yang belum pernah orang bikin, atau apa yang orang bikin tapi masih kurang, ya kita bikin. Di saat semua orang bikin bar yang ada DJ, kita bikin live music," ungkap Ivan. 

Holywings kini juga mulai menerima suntikan modal oleh investor baru, diantaranya Hotman Paris Hutapea dan Nikita Mirzani. 

Related

News 5275568185433468419

Ads

Topic

Recent

item