Pentingnya Melatih Anak Gemar Membaca Buku Sejak Dini

Pentingnya Melatih Anak Gemar Membaca Buku Sejak Dini

Naviri.Org - Suatu kebiasaan, baik maupun buruk, sering kali dimulai ketika seseorang masih kecil. Karenanya, ada pepatah yang mengatakan bahwa menanamkan suatu kebiasaan ketika seseorang masih kecil tak jauh beda dengan menulis di atas batu. Memang sulit dan tidak mudah. Tetapi, pahatan di batu itu kemudian akan awet dan tak mudah hilang. Begitu pula dengan kebiasaan yang dibentuk sejak masih kecil.

Bagaimana dengan kebiasaan membaca buku? Hal serupa juga bisa dilakukan. Dalam hal ini, orang tua bisa mulai melatih anak-anaknya untuk gemar membaca buku sejak mereka masih kecil. Semakin dini mereka mengenal buku, semakin kuat pula kebiasaan itu nantinya akan berlangsung, sampai mereka besar dan dewasa.

Sebagaimana kata Sani B. Herwaman, psikolog anak dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insan, minat baca harus ditumbuhkan sejak anak-anak lahir, dan orang tua mesti menjadi pengawal utama proses ini.

"Penelitian mengungkapkan, anak yang sejak lahir diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita, akan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi dibandingkan yang didiamkan saja," kata Sani.

Menurut Sani, orang tua masa kini lebih cenderung mengajak anak-anak mereka ke mal daripada membaca buku. Hasilnya, anak-anak itu juga lebih tertarik bermain game atau menonton televisi. Anak-anak Indonesia jadi alergi dengan buku.

Padahal buku adalah media yang sangat baik untuk melakukan transfer nilai kepada anak serta menstimulasi kreativitas, kemampuan berpikir empirik dan kemampuan linguistik anak. Hal ini otomatis menjawab kebutuhan anak akan pendidikan dimensi budi pekerti, di samping kebutuhan akademis.

Selain meningkatkan mental alertness, daya tangkap, kreativitas, dan logika berpikir, kebiasaan membaca buku juga bermanfaat untuk membentuk karakter positif dan membangun hubungan emosional hangat dengan orang tua. Mengapa? Sebab anak yang banyak baca akan tumbuh menjadi anak yang banyak diskusi. Dan di rumah, tak ada teman diskusi terbaik bagi anak, selain orang tua.

Baca juga: Mengapa Orang Indonesia Rata-rata Malas Membaca?

Related

Parenting 8794391967434342502
item