Cara Orang-orang Zaman Kuno Menyatakan Cinta pada Pujaan Hatinya

 Cara Orang-orang Zaman Kuno Menyatakan Cinta pada Pujaan Hatinya

Naviri Magazine - Di zaman sekarang, menyatakan rasa suka atau rasa cinta pada seseorang mungkin tidak terlalu rumit. Karena sekarang ada berbagai media dan sarana yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Bisa lewat e-mail, bisa lewat ponsel, atau bisa pula lewat media sosial.

Melakukan pendekatan pada seseorang yang disuka, hingga mengatakan perasaan cinta, bisa dibilang sudah bukan masalah pada zaman sekarang, karena berbagai sarana sudah tersedia. Pernahkah kita membayangkan atau bertanya-tanya bagaimana orang zaman dulu saat ingin melakukan pendekatan hingga menyatakan rasa cinta?

Ternyata, sejak zaman dulu, orang-orang juga suka main kode. Karena malu untuk mengungkapkan rasa sukanya pada lawan jenis, dulu banyak wanita maupun pria yang mengungkapkan perasaan lewat bahasa tubuh ataupun kado.

Pada abad ke-18, kaum wanita menggunakan kipas sebagai kode “aku suka kamu”. Bahkan, ternyata ada 30 kode rahasia wanita saat menggunakan kipas. Seperti membuka kipas di tangan kiri yang berarti ingin mengobrol, atau menyembunyikan tatapan mata di belakang kipas yang terbuka artinya “aku cinta kamu”. Tertarik untuk melakukan ini?

Bersikap sopan

Cara ini sebenarnya tidak cuma ada di zaman dulu, sampai sekarang pun masih berlaku, khususnya untuk masyarakat kita. Bedanya, kalau sekarang bersikap baik di depan orangtua gebetan atau pacar supaya direstui, dulu bersikap baik di depan orangtua gebetan adalah penentu jadi tidaknya menikah.

Berpikir praktis

Di masa lalu, tidak semua orang bermain kode untuk memikat lawan jenis yang disuka. Karena beberapa orang lebih suka berpikir praktis. Seperti halnya yang terjadi pada era Mesir Kuno.

Dulu, jika ada wanita yang tiba-tiba membawa semua barangnya untuk ditaruh di rumah seorang pria, itu menandakan kalau dia suka pria tersebut. Tapi bukan berarti dia harus tinggal serumah, karena itu dianggap zina dan akan mendapat hukuman berat. Nah, mungkin Anda ingin melakukan ini? Kalau berani.

Membangun waktu berkualitas bersama

Sepak terjang para wanita di masa lalu sebenarnya banyak memunculkan aksi-aksi heroisme. Bukan hanya berperang melawan musuh di garis depan, mereka juga setia mendampingi pria yang disuka kemana pun, termasuk di medan peperangan.

Bahkan, menurut sejarah, para wanita tidak hanya bertugas menyiapkan makanan dan merawat luka. Kalau memang diperlukan, mereka juga akan mengangkat senjata. Sangat berbeda dengan kebanyakan wanita masa kini, yang justru sibuk selfie atau belanja saat suami bekerja.

Menulis surat

Karena dulu belum ada Facebook, Twitter, LINE, dan lain sebagainya, orang-orang di masa lalu hanya dapat mencurahkan perasaan lewat surat. Terkesan klasik memang, tapi cara ini sangat romantis. Apalagi surat yang ditulis tidak hanya menanyakan kabar atau sekadar menyapa. Tapi di dalamnya tertulis kalimat indah yang bisa membuat orang yang membaca jadi senyum-senyum sendiri.

Baca juga: Bagaimana Generasi Milenial Memandang Pernikahan

Related

Romance 5067172339677517646

Recent

item