Mengenal Inferiority Complex atau Sindrom Rendah Diri

Mengenal Inferiority Complex atau Sindrom Rendah Diri

Naviri Magazine - Inferiority Complex adalah suatu gejala kejiwaan yang membuat seseorang merasa dirinya kurang penting, kurang berharga, atau kurang pandai, dibandingkan orang lain. Karenanya, orang itu selalu bersikap pesimistis. Lantas memberi label dirinya sendiri sebagai orang yang tidak pantas untuk menerima keadaan yang baik.

Sederhananya, inferiority complex adalah rasa rendah diri yang timbul akibat konflik dalam diri seseorang. Sebuah konflik yang terjadi antara keinginan untuk diperhatikan dan rasa takut dipermalukan. Sehingga setiap kegiatan yang ingin dilakukan selalu dibatasi oleh kedua hal itu. Akhirnya? Takut sebelum mencoba.

Tentunya hal ini bisa merusak, ya. Karena sifat seperti ini bisa menghambat kita menuju kesuksesan, dan tentu menghambat perkembangan diri.

Merasa rendah dan berpikir tidak akan bisa menjadi sebaik yang lain, tentu bukan sifat yang harus dipelihara. Sifat seperti ini layaknya orang yang kalah sebelum berperang.

Apa yang jadi penyebab Inferiority Complex?

Penyebab Inferiority Complex adalah rasa minder. Sebenarnya, minder itu manusiawi. Ketika melihat yang lebih keren, kita minder. Lihat yang lebih kaya, kita minder. Lihat yang lebih pintar, kita minder. Tentu semua orang pernah merasa begitu.

Tapi beda cerita kalau rasa minder ini berkelanjutan, dipelihara, dan menjadi cara berpikir. Ketika sudah menjadi cara berpikir, tentunya akan sulit hilang, perlahan akan menjadi kepribadian yang melekat di diri kita.

Apa beda Inferiority Complex dengan minder?

Jelas berbeda. Seperti yang dibilang di atas, minder itu manusiawi dan semua manusia pasti pernah merasakan. Tapi minder ini sifatnya fluktuatif alias naik turun, kadang tinggi kadang rendah. Dan perasaan minder juga tak bertahan lama. Datang, lalu bisa hilang dan pergi.

Kita tahu manusia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi penderita sindrom Inferiority Complex agaknya selalu merasa tidak pede pada semua hal, karena rendah diri sudah menjadi pola pikirnya.

Tambahan lagi, orang yang memiliki rasa minder yang normal justru menjadikan mindernya sebagai pemacu untuk menjadi lebih baik. Bersifat konstruktif atau membangun.

Sedangkan orang yang mengidap inferiority complex malah semakin membenamkan diri ke dalam keputusasaan. Malah jauh lebih mundur dari keadaan semula. Sangat destruktif atau menghancurkan.

Bagaimana kita tahu seseorang mengidap Inferiority Complex?

Dari ciri-cirinya. Berikut ciri-ciri orang yang terkena sindrom Inferiority Complex:

  • Perilaku mencari perhatian. Dengan berbagai cara, subjek inferior secara terus menerus berusaha mendapatkan perhatian.
  • Dominasi, yaitu jika seseorang berbuat seolah-olah berkuasa atas sesuatu, yang sebenarnya justru menyebabkan dirinya merasa minder.
  • Eksklusif, yaitu perilaku tidak terlibat dalam aktivitas sosial dan lebih suka menyendiri akibat banyak kekurangan.
  • Kompensasi, jika seseorang menyembunyikan perasaan inferiornya dengan mengembangkan diri, sehingga akhirnya mendatangkan respek dan perhatian dari orang lain.
  • Kritis, yaitu jika seseorang memiliki kebiasaan mengkritik orang lain dalam upaya menciptakan dan memelihara citra bahwa dirinya lebih mampu dari orang lain. 


Akhir kata

Pada akhirnya, perasaan minder adalah hal yang wajar. Selama ia tidak berubah menjadi persepsi dan menetap di alam bawah sadar seseorang. Tuhan menciptakan rasa ini agar manusia mau mengevaluasi diri. Membuat daftar kelemahan-kelemahan dan berusaha untuk mengubahnya. Bukan sebaliknya, membuat kita semakin tertekan.

Baca juga: Kehidupan dan Nasib Manusia Ditentukan Cara Berpikirnya

Related

Psychology 7475458710533397062
item